Jakarta, Aktual.co — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) turut berpartisipasi dalam pembiayaan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung bersama dengan dua bank BUMN lainnya.
“BNI menyumbang pembiayaan sebesar 70 persen dari total nilai proyek,” kata Corporate Secretary BNI Tribuana Tunggadewi di Jakarta, Rabu (20/5), usai penandatanganan nota kesepahaman pembiayaan bersama proyek pelabuhan Kuala Tanjung, di Istana Negara, Jakarta, Senin.
Ia menerangkan penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan oleh Direktur Utama BNI Achmad Baiquni bersama dua perwakilan dari bank BUMN lainnya serta perwakilan dari pemegang saham PT PMT, disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo.
Menurut dia, besaran biaya proyek pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, mencapai Rp 3,176 triliun. “BNI akan ‘mensupport’ lebih dari separo,” katanya.
Pembiayaan itu, kata dia, dilakukan untuk pembangunan pelabuhan “multipurpose” di Kuala Tanjung yang konstruksinya dimulai pada Mei 2015. “Ditargetkan konstruksi akan selesai dalam waktu dua tahun,” katanya.
Bantuan pembiayaan pembangunan pelabuhan akan disalurkan oleh BNI melalui pelaksana Proyek Pelabuhan Kuala Tanjung, yaitu PT Prima Multi Terminal (PMT) yang merupakan “joint venture” antara PT Pelindo I (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Tunggadewi mengungkapkan tujuan penandatanganan MoU untuk menciptakan sinergi usaha dengan prinsip yang saling menguntungkan antara pihak perbankan dengan perusahaan infrastruktur.
Kerja sama yang dilakukan oleh tiga bank milik negara itu, juga menunjukkan hubungan baik yang terus ditunjukan oleh bank-bank BUMN. “Ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan BNI terhadap sektor kemaritiman yang merupakan sektor strategis dalam pembangunan ekonomi Indonesia,” kata dia.
Ia menganalisa sektor maritim menjadi fokus dari Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kala sehingga sejalan dengan program BNI selama ini. Hal itu dibuktikan, hingga Desember 2014, BNI telah membiayai sektor kemaritiman senilai Rp 8,7 triliun baik dari skala mikro hingga skala korporasi.
“Ke depan, BNI akan terus meningkatkan dukungan terhadap pertumbuhan di sektor kemaritiman dengan menyediakan layanan perbankan yang terbaik bagi para pelaku usaha dan ‘stakeholder’,” katanya.
Pelabuhan Kuala Tanjung merupakan bagian dari Project Integrai Sei Mangkei yang bertujuan meningkatkan pelayanan ekspor curah (CPO) dan peti kemas di Sumatera Utara dan daerah sekitarnya.
Dengan target kedalaman laut LWS -14 m, wilayah itu akan dapat dilabuhi oleh kapal berukuran besar, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik serta perekonomian di Sumatera Utara.
Artikel ini ditulis oleh:

















