Jakarta, Aktual.co —Proses pembebasan lahan di bantaran Kanal Banjir Timur (KBT), Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (9/12), terkendala bangunan yang masih sengketa.
Kasie Pengawasan dan Pengendalian UP KBT Dinas Pekerjaan Umum DKI, Mustajab mengatakan ada 20 bangunan yang masih belum bisa dibongkar. 
“Salah satunya terkendala dengan bangunan di Pondok Kopi karena masih sengketa antara keluarga,” ujarnya, di Jakarta, Selasa (9/12).
Ditambah lagi masih banyak penghuni yang bertahan. Padahal pihak KBT mengaku sudah membebaskan lahan dan bangunannya dengan memberikan ganti rugi sejak dua tahun lalu. 
Surat peringatan pun sudah dilayangkan untuk pengosongan lahan. Tapi penghuni masih tetap ngotot bertahan. Mustajab mengatakan para penghuni bahkan memohon diberi waktu satu bulan lagi untuk memindahkan barang-barang.
“Kami tidak berikan. Kami kasih toleransi maksimal tiga hari, kalau tidak digubris akan tetap kami bongkar,” katanya.
Saat ini pihaknya memfokuskan dengan menertibkan lapak-lapak liar yang digunakan untuk berjualan di sepanjang bantaran KBT.
Menurunkan sebanyak 300 personil, yang merupakan gabungan dari petugas KBT, Satpol PP, Polri, dan TNI. Selain itu, juga diturunkan, sebanyak delapan truk dan satu eskavator.

()