Jakarta, Aktual.co — Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hari ini, Selasa (28/4) akan melakukan lelang Surat Utang Negara dalam mata uang Rupiah. Jumlah indikatif yang dilelang sebesar  sepuluh triliun rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2015. Surat Utang Negara yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar satu juta rupiah.  Demikian seperti dilansir dari keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Selasa (28/4).
Adapun rincian surat utang yang akan diterbitkan antaralain Seri SPN12160204 (reopening) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo pada tanggal 4 Februari 2016, Seri FR0069 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 7,875% dan jatuh tempo pada tanggal 15 April 2019.
Seri FR0071 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 9,000% dan jatuh tempo pada tanggal 15 Maret 2029, dan Seri FR0067 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 8,750%  dan jatuh tempo pada tanggal 15 Februari 2044.
Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price). Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.
Total alokasi pembelian non-kompetitif untuk SUN seri SPN12160204 adalah sebesar 50% dari yang dimenangkan. Sedangkan alokasi pembelian non-kompetitif untuk FR0069, FR0071 dan FR0067 adalah maksimal sebesar 30% dari yang dimenangkan. Pemerintah memiliki hak untuk menjual keempat seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan.
Lelang akan dibuka pada hari Selasa, 28 April 2015 pukul 10.00 WIB dan ditutup pukul 12.00 WIB, sedangkan hasil lelang akan diumumkan pada hari yang sama. Setelmen akan dilaksanakan pada hari Kamis, 30 April 2015.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK.08/2013 tentang Lelang Surat Utang Negara dalam mata uang rupiah dan valuta asing di pasar perdana domestik, lelang SPN seri SPN12160204 diikuti oleh Dealer Utama dengan mengajukan penawaran pembelian kompetitif serta Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif.
Lelang Obligasi Negara seri FR0069, FR0071 dan FR0067 diikuti oleh Dealer Utama dengan mengajukan penawaran pembelian untuk dan atas nama pihak selain Bank Indonesia dan LPS dengan cara kompetitif dan/atau non-kompetitif, sedangkan LPS dapat mengikuti lelang dengan mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif.
Bagi Dealer Utama yang melakukan penawaran pembelian Surat Utang Negara untuk dan atas nama dirinya sendiri dan/atau melalui Peserta Lelang lain hanya dapat melakukan penawaran pembelian dengan cara kompetitif.
 

Artikel ini ditulis oleh: