Jakarta, Aktual.co — Pemerintah menaikkan harga premium pada 1 Maret 2015 lalu mendapat dukungan dari DPR. Tak lazim memang politisi senayan yang biasa galak, kini justru tidak mempermasalahkan harga BBM dinaikkan. 
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya W. Yudha mengatakan jika pemerintah dan DPR sepakat penyesuaian harga BBM itu paling tidak satu bulan sekali.
“Pemerintah mengusulkan penyesuaian harga tersebut per dua minggu. Tapi DPR menganggap tempo itu terlalu cepat. Kita menyepakatinya tiap bulan. Jadi tidak sewaktu-waktu tiba-tiba naik,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi VII Dito Ganinduto juga ikut membela. Menurutnya, penyesuaian itu pasti bisa dipahami masyarakat. “Nggak (bingung) lah. Itu kan hanya sebulan sekali,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Per 1 Maret kemarin, harga BBM mengalami penyesuaian. Untuk premium naik Rp 200 dari Rp 6.600 menjadi Rp 6.800. Khusus untuk wilayah Jawa dan Bali harganya lebih mahal Rp 100, yaitu Rp 6.900 per liter. Harga pertamax juga mengalami kenaikan Rp 200 menjadi Rp 8.250 per liter. Sedangkan untuk solar dan minyak tahan harganya tetap, masing-masing Rp 6.400 dan Rp 2.500 per liter. 

Artikel ini ditulis oleh: