Jakarta, Aktual.com – Anggota DPD RI Angelo Wake Kako mengatakan Naik turunnya harga minyak mentah merupakan hal yang lumrah terjadi, dalam acara virtual Forum Monitor, mengenai BBM, Kamis (29/9). Namun demikian, narasi terkait subsidi bahan bakar minyak (BBM) tidak tepat sasaran tidak bisa dibenarkan.

“Menurut saya (narasi subsidi tidak tepat sasaran) sebenarnya menunjukkan kita dalam bahasa yang tidak belajar dari pengalaman narasinya berulang pemerintah ini,” kata Angelo.

Menurutnya, narasi aliran dana subsidi BBM kurang tepat sasaran sudah muncul sejak zaman SBY, bahkan di era Jokowi sejak tahun 2015 tersebut sudah muncul.

Ia pun mempertanyakan sikap pemerintah yang tidak belajar dari pengalaman. Apalagi, jauh sebelum menjadi Menteri Keuangan, Sri Mulyani sudah bicara subsidi salah sasaran.

“Pertanyaan kita, kerja apa saja ini catatan yang menurut saya perlu untuk dievaluasi menyeluruh,” ujarnya.

Dia mengaku selama ini memang pemerintah meletakkan subsidi BBM tidak tepat sasaran berdasarkan pengalaman pribadi. Diungkapkan Angelo, saat ia melakukan perjalanan ke daerah, ia harus mengisi kendaraannya dengan BBM jenis solar.

“Setiap kali mau naik BBM bahasanya ini (tidak tepat sasaran) menurut saya rubahlah narasinya lah,” tegasnya.

(Warto'i)