Aktual.com – Pelabuhan Kuala Tanjung Sumatera Utara kini menjadi bagian dari proyek jalur sutra China setelah resmi masuk tahap pertama proyek skala besar one belt one road (Obor).
Oleh Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim, Ridwan Djamaluddin dan Wakil Menteri Bappenas China, Ning Jizhe kesepakatan tersebut diteken.
Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan mewakili pemerintah ikut menyaksikan penandatanganan kontrak kerja sama di sela-sela acara Belt and Road Forum di Beijing, China.
“Kita manfaatkan network China untuk meningkatkan performa Kuala Tanjung,” kata Luhut melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (26/4).
“Mereka bersedia memanfaatkan network mereka untuk menggunakan jasa pelabuhan Kuala Tanjung,” sambung dia.
Sumatera Utara menjadi satu dari empat koridor yang ditawarkan Indonesia untuk masuk dalam bagian rencana skema OBOR setelah Sulawesi Utara, Kalimantan Utara, dan Bali.
Selain Kuala Tanjung, dua proyek yang akan ikut jalur sutra China dalam waktu dekat yaitu Kawasan Industri Sei Mangke dan Bandara Kualanamu.
Luhut berharap, ekonomi Sumut bisa cepat tumbuh dengan berbagai proyek infrastruktur yang akan dibangun. Presiden Jokowi, diklaimnya sudah memerintahkan agar tol dari Siantar ke Danau Toba bisa rampung pada 2021.
Dia menjelaskan, empat koridor ini dipilih karena angka kemiskinan di empat provinsi dengan populasi 30 juta ini ada di kisaran 7-9 persen, kecuali Bali. Karena itu proyek di empat koridor ini harus membuka lapangan kerja.
“Tolok ukur keberhasilannya adalah ketika ia dapat mengurangi tingkat kemiskinan dengan membuka peluang kerja lokal,” ujar Luhut menjelaskan.
Sebab ia menilai, kerja sama investasi dengan negara lain mustahil untuk dihindari di era globalisasi. Luhut pun menjamin Indonesia saat ini adalah negara yang terbuka.
“Tidak ada wilayah yang dapat bertahan dengan menutup perbatasannya dari perdagangan. Indonesia percaya pada keterbukaan, pragmatisme, dan inovasi,” tandasnya.
Artikel ini ditulis oleh:














