Jakarta, Aktual.co — Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Eki Awal Muharram mengatakan bahwa salah satu alasan DPR RI menggunakaan hak interpelasi, karena menilai pemerintah tidak transparan terkait kenaikan harga BBM bersubsidi.
Karena, pada saat pemerintah menaikkan harga tidak ada tekanan apapun yang dialami pemerintah.
“Justru itu yang akan kita tanyakan jadi pemerintah harus mau transparan, konsederan menaikan harga BBM. Karena pada saat ini tdak ada tekanan harga minyak dunia, tidak ada tekanan fiskal,” ucap dia, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11).
“Justru dampak dari kenaikan harga BBM ini mengakibatkan pertumbuhan ekonomi kita melambat dengan inflansi tinggi, dan jangan lupa tahun lalu kita sudah menaikan BBM sebesar Rp2 ribu juga, dampaknya masih terasa sampai sekarang,” tambah dia.
Salah satu inisiator penggalang hak interpelasi itu pun menjelaskan bahwa setiap kenaikan Rp1000 saja mengakibatkan inflasi sebesar 1,2 persen, apalagi kenaikan mencapai angka Rp2000 tentu 2,4 persen. Dan keadaan itu membuat harga barang-barang secara umum mengalami kenaikan dan berlangsung dalam waktu yang lama terus-menerus.
“Akan tetapi untuk harga bahan pokok itu naiknya berlipat-lipat, sembako itu luar biasa (kenaikannya). Seharusnya pemerintah bisa melakukan terobosan untuk memperbaiki dahulu kebijakan energiya. Seperti terkait listrik, itu listrik Rp1 triliun lebih. Padahal PDIP juga punya buku putih, kenapa tidak di tes case kan dulu,” tandasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang

















