Jakarta, Aktual.co — Turki melakukan operasi baru untuk menangkap para pejabat tinggi polisi yang diduga terlibat penyadapan ilegal pada para pejabat senior termasuk Presiden Recep Tayyip Erdogan (21/10).

Operasi itu menargetkan 18 perwira senior polisi di Ankara termasuk mantan kepala intelijen polisi nasional, Omer Altiparmak, dan mantan wakil kepala kepolisian Ankara Lokman Kircili, kata kantor berita resmi Anatolia .

Tindakan itu adalah dalam rangkaian operasi terkoordinasi terhadap polisi sejak Juli yang telah menahan belasan mantan perwira senior.

Seperti halnya dalan hampir semua operasi sebelumnya, rincian dari mereka yang jadi sasaran telah dibocorkan semalam, sebelum operasi itu dilakukan, oleh satu pengguna misterius Twitter bernama Fuat Avni yang identitasnya tidak diketahui.

Pemerintah berulang-ulang berusaha menutup akun Twitter Fuat Avni tetapi pengguna itu memindahkan ke alamat lain.

Tidak segera jelas apakah semua mereka yang ditargetkan dalam operasi-operasi sekarang telah ditahan tetapi media Turki mengatakan operasi itu sedang berlangsung.

Operasi itu betujuan untuk mematahkan apa yang Erdogan sebut sebagai satu “negara paralel” dalam pasukan keamanan yang setia pada mantan sekutunya yang berbalik menjadi musuhnya ulama Fethullah Gulen yang tinggal di Amerika Serikat.

Pemeriksaan itu berkaitan dengan tuduhan-tuduhan korupsi tahun lalu terhadap Erdogan dan kalangan dalamnya — yang dibantah keras oleh presiden–yang didasarkan pada percakapan telepon yang disadap.

Mereka yang ditahan itu dituduh membentuk satu organisasi kriminil dan menyadap percakapan telepon ratusan orang termasuk Erdogan dalam usaha untuk mencari bukti terhadapnya.

()

()