Jakarta, Aktual.co — Pemilihan anggota parlemen Ukraina menunjukkan adanya pergeseran dukungan dari kelompok pro-Rusia dan Nasionalis Radikal yang berpindah ke kelompok Moderat yang cenderung menggabungkan ekonomi pasar dan nilai-nilai konservatif Eropa Timur.
Kemenangan pada hari yang menegangkan tersebut diraih oleh Blok Presiden Petro Poroshenko dan kelompok Barisan Nasionalis Perdana Menteri Arseniy Yatsenyuk.
Presiden pro-Barat dan Perdana Menteri nasionalis Ukraina, yang dipercaya menjadi pemberi pinjaman dana kepada negara-negara di dunia seperti IMF sedang dihadapkan pada sisa masa jabatan yang penuh masalah.
Beberapa analis mengatakan bahwa terdapat sebuah kemungkinan, dimana kelompok tersebut dapat memenuhi suara yang diperlukan untuk kemudian membentuk pemerintahanya.
“Para pemilih masih mempercayai kepemimpinan saat ini,” kata Volodymyr Fesenko dari lembaga penelitian politik Penta di Kiev.
“Tapi para pemilih ingin mereka bekerja sama dan tidak saling berseteru.” Pemilu tersebut diwarnai dengan partisipasi partai-partai baru seperti partai yang beraliran konservatif dan relijius yang hanya dikenal di Ukraina.
Tapi para ekstremis seperti kelompok sektor kanan, yang menganggap Kremlin sebuah organisasi fasis, gagal menggapai ambang batas lima persen yang proporsional untuk memasukkan perwakilannya ke parlemen.
Beberapa pendukung sayap kanan berhasil menghalangi Partai Komunis pro-Rusia meraih kursi di Ukraina untuk pertama kali sejak partai ini didirikan Lenin hampir satu abad yang lalu.

()