Tokyo, Aktual.com – Jepang merencanakan kunjungan para pemimpin negara anggota Kelompok Tujuh (G7) ke sebuah pulau yang terkenal dengan Kuil Itsukushima, yang masuk daftar Warisan Dunia UNESCO.

Kunjungan para pemimpin G7 ke kuil tersebut menurut rencana akan dilakukan selama keberadaan mereka di Jepang  untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 pada Mei di Hiroshima, kata seorang sumber yang mengetahui rencana tersebut, Kamis (20/1).

Namun, masih belum diputuskan apakah Perdana Menteri Fumio Kishida dan mitra-mitranya dari negara G7 itu hanya akan makan malam di Pulau Miyajima atau mengadakan salah satu sesi KTT di sana, kata sumber itu.

Pulau Miyajima adalah tempat keberadaan Kuil Itsukushima beserta gerbang Torii raksasa di Laut Pedalaman Seto.

Rencana kunjungan tersebut muncul saat pemerintahan Kishida, yang mewakili daerah pemilihan Kota Hiroshima, bermaksud untuk meningkatkan profil internasional tempat-tempat wisata lain di prefektur Jepang barat.

Pulau Miyajima berada di Kota Hatsukaichi dan berjarak sekitar 15 kilometer barat daya dari Hiroshima, tempat utama penyelenggaraan KTT G7 selama tiga hari. Pertemuan puncak tersebut akan dimulai pada 19 Mei.

Sumber itu menyebutkan masalah keamanan sebagai kendala rencana kunjungan tersebut karena para pemimpin negara-negara G7 perlu naik kapal atau helikopter untuk bisa sampai ke pulau itu.

Negara anggota G7 terdiri atas Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat, serta ditambah Uni Eropa.

Pada 2016 saat Hiroshima menjadi tuan rumah pertemuan menteri luar negeri G7, Kishida, yang saat itu merupakan Menteri Luar Negeri Jepang, bersama mitra-mitranya menonton pertunjukan tari dan musik klasik Jepang di Kuil Itsukushima.

Pada Desember 2022, beberapa pekerjaan perbaikan besar berlangsung di Kuil Itsukushima.

Perbaikan itu memakan waktu tiga setengah tahun dan gerbang torii di kuil tersebut sepenuhnya telah tertutup oleh perancah.

Kuil Itsukushima, yang dikenal sebagai salah satu dari tiga tempat paling indah di Jepang, terdaftar sebagai situs Warisan Budaya Dunia yang ditetapkan oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) pada 1996.

Sumber: Kyodo-OANA

(Warto'i)