Cianjur, Aktual.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, menetapkan status darurat sampah selama 14 hari ke depan. Keadaan darurat ini diumumkan karena Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Pasirsembung telah melebihi kapasitas dan saat ini berfungsi sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) sementara, menunggu beroperasinya TPSA baru.
Asisten Daerah (Asda) II Setda Cianjur Budi Rahayu Toyib menyatakan bahwa pembangunan RTH Pasirsembung telah selesai pada akhir tahun 2023, tetapi masih digunakan sebagai tempat penampungan sementara sampah karena TPSA Mekarsari belum dapat digunakan.
“Seharusnya RTH Pasirsembung sudah tidak dapat digunakan menampung sampah, namun TPSA Mekarsasi belum siap beroperasi, sehingga sementara sampah masih ditampung di bagian depan RTH Pasirsembung,” katanya.
Dengan lahan yang hanya dapat menampung sampah selama beberapa hari, Pemkab Cianjur menetapkan keadaan darurat sampah hingga TPSA baru di Kecamatan Cikalongkulon dapat dioperasikan pada awal Februari 2024.
Dalam upaya mengatasi keadaan darurat, setiap kecamatan dan pasar diminta untuk melakukan pengolahan sampah secara mandiri, sehingga tidak ada pengiriman sampah ke RTH Pasirsembung dalam jumlah besar.
“Saat ini pembangunan jalan menuju TPSA Mekarsari dipercepat agar segera beroperasi, karena sudah ada pemenang dan dapat langsung dibangun. Harapan kami Februari TPSA baru sudah dapat digunakan,” katanya.
Untuk pembangunan jalan sepanjang 900 meter menuju TPSA Mekarsari, telah disiapkan anggaran sekitar Rp 800 juta. Budi Rahayu Toyib menegaskan bahwa pembangunan jalan ini diharapkan dapat selesai sebelum berakhirnya masa darurat sampah.
Selama proses percepatan pembangunan, sampah akan tetap ditampung di TPAS Pasirsembung, meskipun lahan yang tersedia terbatas. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cianjur juga akan mengusulkan pergeseran anggaran untuk mendukung langkah-langkah penanganan darurat sampah.
“Kalau masih kurang Pemkab Cianjur akan menggunakan anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT), termasuk pergeseran anggaran antar dinas yang sedang diusulkan DLH ke Pemkab Cianjur,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:
Sandi Setyawan















