Lumajang, Aktual.co — Pasca ditemukannya sejumlah korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501, Pemkab Lumajang, Jawa Timur, mulai melakukan persiapan penjemputan dua orang warganya yang terdata dalam penerbangan pesawat naas tersebut.

Wakil Bupati Lumajang, Drs H As’at Malik mengatakan bahwa, pihaknya telah memerintahkan BPBD Kabupaten Lumajang untuk melakukan komunikasi dengan Basarnas di Crisis Center Bandara Juanda, Surabaya.

“Komunikasi ini untuk memastikan nasib dua warga kami yang terdata sebagai penumpang pesawat itu dan apa langkah-langkah yang harus kita lakukan,” katanya di Lumajang, Kamis (1/1).

Kedua warga Lumajang tersebut antara lain Christien Aulia Purnomo (25) dan Ferny Yufina Purnomo (26), kakak beradik warga Dusun Kalibening, RT-02/RW-01, Desa/Kecamatan Pronojiwo.

Diungkapkan As’at Malik, Muspida sudah sepakat untuk bersama-sama melakukan penjemputan terhadap jenazah kakak beradik itu.

“Apakah ke Surabaya atau nanti langsung ke rumah duka di Pronojiwo. Ini masih menunggu kepastian dan komunikasi saja. Akan tetapi, kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut guna memastikannya,” beber As’at Malik.

Orang tua kakak beradik itu, Bambang Puromo Suyanto (55) dan Susiati (53), telah brada di Crisis Center Bandara Juanda, Surabaya untuk mencari kepastian kondisi kedua putrinya tersebut.

Pasalnya, Wabup menegaskan, jika dipastikan kedua warga Lumajang ini meninggal dalaminsiden yang dialami pesawat Asia Air tersebut, pemulangannya menjadi tanggungjawab pihak maskapai penebangan, maka Muspida akan langsung ke rumah duka.

“Yang pasti, kita akan menyiapkan ambulan, jika sewaktu-waktu diberangkatkan ke Surabaya untuk penjemputan kedua korban warga Lumajang ini. Seluruh kesiapan ini, sudah saya bicarakan dengan Kapolres dan lainnya,” pungkas As’at Malik.

Artikel ini ditulis oleh: