Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, mengupayakan distribusi para guru secara merata tiap sekolah sesuai kebutuhan dan keahlian yang dimiliki sehingga tidak terkesan asal-asalan.
“Harus ada analisis dan pemetaan guru, bukan hanya berdasarkan kekurangan saja,” kata Sekretaris Daerah Pemkab Tangerang Iskandar Misyad, Selasa (26/5).
Iskandar mengatakan bila sudah ada analisis dan pemetaan, maka kekurangan guru satu sekolah tidak akan terjadi.
Selama ini para guru hanya betah mengajar di suatu tempat dengan berbagai alasan, meski berdasarkan aturan sebagai pegawai harus bersedia ditempatkan dimana saja.
Padahal sesuai data BPS tahun 2013 jumlah guru di Kabupaten Tangerang sebanyak 12.284 orang tersebar pada 29 kecamatan dan terbanyak berada di Kecamatan Kelapa Dua, Cikupa, Curug dan Kosambi.
Bahkan para guru hanya menumpuk pada sekolah di perkotaan sementara di perbatasan dengan Kabupaten Serang seperti di Kecamatan Jayanti, Kronjo dan di Cisoka masih kurang.
Masalah serupa terjadi terhadap guru yang mengajar di beberapa sekolah di perbatasan dengan Kabupaten Bogor, Jawa Barat seperti di Cisauk dan Legok.
Alasan para guru tersebut yakni masalah jauh dari tempat tinggal dan transportasi tidak memadai.
Dia mengatakan saat ini pemindahan guru hanya sekedar melihat dari kekurangan satu sekolah saja dan diambil dari sekolah lain yang kelebihan guru.
Padahal tindakan itu terkesan asal-asalan untuk mengisi kekosongan, tanpa ada suatu mempertimbangkan kemampuan guru tersebut.
Pihaknya untuk ke depan berupaya melakukan analisa dan kemampuan guru tersebut untuk dapat dipindahkan ke tempat lain.
Artikel ini ditulis oleh:
Andy Abdul Hamid

















