Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kota Surabaya menyatakan siap membongkar bangunan liar tidak berizin yang selama ini digunakan untuk berjualan di sepanjang Jalan Setail, atau berada di kawasan Kebun Binatang Surabaya (KBS) dalam waktu dekat.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan bahwa pemkot saat ini masih melakukan kajian terkait dengan lokasi pengganti untuk berjualan bagi warga yang menempati bangunan liar itu.
“Untuk masalah tempat pengganti dari bangunan liar yang selama ini digunakan sebagai tempat tinggal, Pemkot Surabaya sudah menyediakan rumah susun sewa sederhana (rusunawa) di Siwalankerto,” kata dia, di Surabaya, Kamis (1/1).
Menurut dia, semua pedagang juga sudah setuju untuk pindah ke rusun tersebut. Hanya saja, warga masih minta agar dicarikan lokasi pengganti untuk berjualan selain di Jalan Setail.
Untuk lokasi tempat berjualan, rencananya akan ditempatkan di balik tembok dari tempat mereka berjualan selama ini yang masuk di kawasan KBS. Saat ini pihak kecamatan dan juga direksi KBS, masih terus melakukan kajian.
“Kalau tempat berjualan ini sudah dipastikan oleh KBS maupun kecamatan, segera kami lakukan pembongkaran. Kemungkinan besar bulan ini pembongkaran bisa dilakukan,” katanya.
Berdasarkan data yang masuk ke Satpol PP, dari 71 kepala keluarga (KK) yang menempati bangunan liar ini, tiga diantaranya berasal dari luar Surabaya.
Rusun Siwalankerto yang disediakan pemkot setempat diprioritaskan untuk warga yang ber-KTP Surabaya.
Artikel ini ditulis oleh:

















