Salah satu perusahaan Astra Group, United Tractors (UT) bekerja sama dengan TNI Satgas Penanggulangan Bencana telah membangun empat sekolah bagi anak-anak yang menjadi korban bencana alam di wilayah Sulteng. Empat sekolah yang dimksud adalah SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 di Petobo, serta SD Islam Al Akbar dan SD Islam Iqro di Balaroa. Sebanyak 1.300 siswa sudah merasakan kembali pendidikan dari program ini. AKTUAL/UT

Surabaya, Aktual.com – Anggota Komisi D DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto meminta, pemerintah segera mengatasi kendala dalam pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) tingkat sekolah dasar (SD) di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Anggota komisi DPRD Surabaya yang membidangi pendidikan itu mengatakan bahwa keterbatasan komputer masih menjadi kendala dalam pelaksanaan ANBK tingkat SD, yang berlangsung 15 sampai 24 November 2021.

“Waktu kami sidak ANBK di SDN Menur Pumpungan kemarin (15/11) masih ada kendala komputer. Beberapa siswa yang mengikuti ANBK juga terpaksa menggunakan laptop,” katanya di Surabaya, Selasa (16/11).

Dia mengaku heran masih ada sekolah negeri yang kekurangan komputer mengingat alokasi anggaran untuk pendidikan di Kota Surabaya sudah cukup besar.

Menurut dia, alokasi anggaran bidang pendidikan di Kota Surabaya mencapai Rp2 triliun lebih dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah 2022.

Herlina meminta sekolah-sekolah yang masih kekurangan komputer segera mengajukan permohonan ke pemerintah kota mengingat ketersediaan komputer dan akses internet di sekolah sangat penting dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran maupun penilaian siswa.

“Kalau komputernya ditambah, yang ikut bisa lebih banyak,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala SDN Menur Pumpungan Fatmawati mengatakan bahwa ada 30 siswa yang mengikuti ANBK di sekolahnya.

“Ada 30 murid yang ikut. Dibagi lima anak per sesi,” katanya, menambahkan, meja untuk peserta ANBK sudah diatur berjarak 1,5 meter sesuai protokol pencegahan Covid-19.

(Antara)

(Wisnu)