Jakarta, Aktual.co — Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menilai langkah yang diambil pemerintah dengan meneken memorandum of understanding dengan PT Freeport Indonesia sebagai langkah yang keliru.
Pasalnya, selama ini perusahaan asal Amerika Serikat tersebut sudah beberapa kali mengingkari dan melanggar kesepakatan dengan pemerintahan Indonesia.
“Pemerintah Indonesia seharusnya tidak memperpanjang nota kesepakatan dengan PT Freeport Indonesia. Pemerintah Jokowi-JK seharusnya mengusir Freeport dari Indonesia,” tegas Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, M Sukron di Jakarta, Minggu (8/2).
Dia mengatakan, selama puluhan tahun PT Freeport sudah merampok kekayaan Indonesia dengan cara yang sangat halus. Pada gilirannya, perusahaan itu malah meremehkan Indonesia dengan mengingkari kesepakatan yang telah dibuat.
“Mustinya awal tahun ini smelter yang telah dijanjikan Freeport telah di buat sesuai dengan komitmen, tapi Freeport berani melanggarnya. Itu sangat menyepelekan Indonesia,” kata dia.
“Jangankan bicara divestasi saham, komitmen membangun smelter aja diingkari. Jadi menurut kami Freeport sudah layak diusir dari Indonesia,” sambung Sukron.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu















