Jakarta, Aktual.co — Sekelompok pemukim Israel, menerobos beberapa meter ke Kompleks Masjid Al-Aqsa, Minggu pagi (14/12) waktu setempat, disertai dengan kekuatan besar kepolisian Israel.

Ketegangan-ketegangan meningkat di Kompleks Masjid Al-Aqsa, ketika para pemukim Israel kembali melakukan tur provokatif mereka, yang mengobarkan jamaah Palestina, terutama setelah insiden mematikan yang terjadi selama beberapa pekan terakhir di Jerusalem dan lingkungannya.

Dikutip dari Oana, Senin (15/12), para jamaah yang berada di dalam Masjid Al-Aqsa menanggapi dengan sorak-sorai dan teriakan-teriakan untuk mengekspresikan penolakan mereka terhadap provokasi yang dilakukan oleh pemukim ekstrim Israel dengan perlindungan polisi itu.

Sementara itu, polisi Israel terus menahan kartu identitas puluhan jamaah muda Palestina di gerbang Masjid Al-Aqsa untuk membatasi akses dan keluar dari kompleks serta mengekang segala upaya untuk memulai protes terhadap pemukim Yahudi yang menerobos Masjid itu.

Wisata provokatif ini dilakukan oleh sejumlah kelompok relijius ekstrim Yahudi termasuk “Student for the Temple, Women for the Temple, Hliba,” dan “Union Temple” dalam persiapan untuk liburan Yahudi, Hanukkah, juga dikenal sebagai Festival Cahaya.

Kelompok-kelompok itu dimaksudkan untuk melakukan ibadah Talmud dalam perayaan acara tersebut.

()

()