Jakarta, Aktual.co — Tim pelatihan nasional (Pelatnas) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) akan menghadapi persaingan ketat dengan tim Vietnam dan tim Malaysia dalam Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) 2015 di Singapura.

“Persaingan pertandingan pencak silat di Asia Tenggara sudah merata. Jadi, semua tergantung pada persiapan dan pelaksanaan program yang ditetapkan,” kata koordinator pelatih IPSI, Indro Catur Haryono di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (5/3).

Selain tim Vietnam dan tim Malaysia, persaingan juga akan datang dari tim pencak silat Thailand serta tim pencak silat tuan rumah, Singapura.

“Persaingan itu bisa kita lacak dari beberapa kali keikutsertaan dalam SEA Games ataupun kejuaraan dunia saat kami mengalami kekalahan,” kata Indro sembari mencontohkan kekalahan tim pencak silat Indonesia pada SEA Games 2003, 2005, dan 2009.

Sementara jika harus bersaing dengan tim tuan rumah, lanjut Indro, tim pelatnas IPSI juga harus mempunyai keunggulan di atas rata-rata atlet tim tuan rumah.

“Penilaian pencak silat itu berdasarkan subjektivitas. Jika kemampuan kita seimbang dengan tim tuan rumah, jangan mengeluh kalau kita kalah,” kata alumnus pascasarjana keolahragaan Universitas Negeri Jakarta itu.

Pelatih yang menangani atlet-atlet Pelatnas sejak 2002 itu mengatakan, IPSI selalu dituntut untuk menyabet juara umum dalam penyelenggaraan kejuaraan internasional, sehingga para pelatih mengupayakan berbagai pembinaan yang mencakup aspek fisik dan psikologis.

Sebanyak 16 atlet Pelatnas IPSI akan turun dalam 13 nomor pertandingan cabang pencak silat SEA Games 2015.

Selain pelatihan fisik dan psikologis untuk menyiapkan ketenangan atlet dalam bertanding para pelatih IPSI juga meminta atlet untuk melakukan latihan visualisasi pertandingan dengan memproyeksikan calon-calon lawan.

“Seringkali para atlet muda merasa gugup saat pertama kali turun dalam turnamen internasional sehingga kami meminta mereka melakukan latihan visualisasi dengan membayangkan lawan-lawan nanti,” kata Indro.

Para pelatih juga meminta 16 atlet IPSI untuk berlatih di luar lokasi latihan Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) satu kali dalam sepekan.

“Misalnya kami bermain sepak bola atau berenang yang dilakukan di kawasan Senayan pada pagi atau sore hari, waktu sisanya untuk berlatih sebagaimana biasa,” katanya.

Langkah itu, menurut Indro, akan mengurangi kejenuhan para atlet dalam latihan rutin dan mampu meningkatkan kondisi psikologis atlet.

“Justru yang sangat dibutuhkan para atlet saat ini adalah suplemen dan pemeliharaan kesehatan jika mereka cedera atau sakit,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh: