Medan, Aktual.co —Delapan personil SAR, dibantu TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polsek setempat dan masyarakat, dikerahkan untuk mencari seorang bayi umur empat tahun, Butet.
Bayi malang itu dilaporkan hilang saat terjadi banjir disertai longsor di Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Saat dihubungi Aktual.co, koordinator Pos SAR Sibolga-Tapteng, Abdul Rahman Sembiring menuturkan, pencarian terhadap korban akan dilakukan kembali dari titik awal. Yakni radius 50 meter dari tempat kejadian.
“Karena di situ kan banyak sampah-sampah batang kayu, kami prediksikan korban nyangkut. Karena semalam penyisiran sudah sampai perbatasan Tapteng-Batangtoru (Tapsel),” sebut Rahman ketika dihubungi Aktual.co, Minggu (23/11).
Jika korban ternyata tenggelam dalam air, kata dia, maka dalam satu hari belum akan muncul ke permukaan. Untuk itu, pencarian akan difokuskan pada penyisiran air.
“Air juga masih cukup keruh, karena mungkin di hulu masih hujan atau air sisa hujan kemarin masih banyak.”
Dikatakan Rahman, pencarian hari ini diperkirakan masih akan berat. Di samping cuaca yang mendung dan berpotensi hujan, sungai lokasi pencarian cukup lebar dan berarus deras.
“Sungai juga bercabang-cabang, dengan lebar mencapai 15 meter,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:












