Jakarta, Aktual.co — Tim SAR gabungan, hingga Kamis (1/1) malam, baru mampu menemukan delapan jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8510. Tidak bertambahnya penemuan jenazah, diduga karena kendala cuaca yang kurang bersahabat di perairan Selat Karimata, Kalimantan Tengah.

“Ini (pencarian) terhambat karena buruknya cuaca di daerah pencarian. Anginnya sangat besar, awan menghitam dan ombak naik tinggi,” kata Deputi Bidang Potensi Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsda Sunarbowo Sandi, di Pangkalan Udara Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Kamis (1/1) petang.

Meski begitu, Sunarbowo menegaskan, tim SAR masih terus bergerak melakukan pencarian dan evakuasi, baik melalui laut maupun udara. “Dari unsur laut terus bergerak mengadakan pencarian sesuai sektor masing-masing,” ujarnya.

Sekedar informasi, sejak dinyatakan hilang kontak pesawat AirAsia QZ 8501 pada tanggal 28 Desember 2014 lalu, proses pencarian oleh Tim SAR gabungan sudah berlangsung selama lima hari. Korban meninggal yang ditemukan adalah sebanyak delapan orang di perairan Selat Karimata.

Kedelapan jenazah itu dievakuasi pada Rabu (31/12) dan Kamis (1/1) ke bandara udara Juanda, Surabaya. Sebelum dievakuasi, seluruh jenazah dibawa ke RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, untuk diidentifikasi awal dan dipetikemaskan. Setelah itu jenazah diterbangkan melalui Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Artikel ini ditulis oleh: