Jakarta, Aktual.co — PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menyampaikan dalam laporan keuangan kuartal I 2015 mencatat kenaikan pendapatan sebesar 10 persen mencapai Rp518 miliar.

“Ini merupakan prestasi ditengah-tengah kondisi ekonomi yang masih mengalami dampak akibat melemahnya nilai tukar rupiah,” kata Presiden Direktur LPCK, Meow Chong Loh di Jakarta, Rabu (6/5).

Laba bruto meningkat sebesar 7 persen menjadi Rp277 miliar, EBITDA tumbuh sebesar 22 persen menjadi Rp279 miliar sementara laba bersih naik 21 persen menjadi Rp275 miliar.

Kontribusi pendapatan diperoleh Hunian, Ruko dan Apartemen tumbuh 11 persen menjadi Rp474 miliar atau menyumbang 91 persen dari total Pendapatan. Pendapatan dari Divisi Industri dan Komersial sebesar Rp275 miliar menyumbang 53 persen terhadap total Pendapatan.

Kemudian, total Aset tumbuh 19 persen menjadiRp4,6 triliun. Total Marketing Sales kuartal I 2015 mencapai Rp1,276 triliun sehingga kami optimis mencapai target Marketing Sales tahun 2015 sebesar Rp2,5 triliun atau tumbuh sebesar 67 persen, kata Meow.

“Pertumbuhan pendapatan dan laba bersih untuk periode kuartal I 2014 menunjukkan bahwa kami telah menuai manfaat dari visi jangka panjang serta skala investasi LPCK di bidang infrastruktur yang pada gilirannya menjadi dasar pertumbuhan dan profitabilitas dari unit bisnis kami,” ujar Meow.

Meow juga mengungkapkan, Lippo Cikarang tengah menyiapkan proyek berkesinambungan untuk pertumbuhan masa depan Orange County yang dibangun di atas lahan seluas 322 hektar. 82,3 hektar diantaranya diperuntukan Lippo Central Business District (Lippo CBD) dan pembangunan mega konstruksi seluas 16,5hektar dengan nilai investestasi Rp250 triliun. Hingga saat ini sudah tiga apartemen yang diluncurkan di kawasan ini.

LPCK adalah pengembang kawasan perkotaan dengan luas sekitar 3.000 hektar dimana industry sebagai basis ekonomi. LPCK telah berhasil membangun lebih dari 14.000 hunian, dengan penghuni 45.000 orangdan 400.000 orang yang bekerja setiap hari di pabrik, ada disekitar 820 perusahaan manufaktur yang tersebar di kawasan industri Lippo Cikarang.

LPCK merupakan Anak Perusahaan PT Lippo KarawaciTbk (“LPKR”). LPKR adalah perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah Aset dan Pendapatan, yang tercatatdi Bursa Efek indonesia, dan didukung oleh landbank yang serta Recurring Income yang solid. Bisnis LPKR terdiri Residensial / Township, Retail Malls, Hospitals, Hotels dan Asset Management.

LPCK perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan memiliki Kapitalisasi Pasar sebesar Rp9 triliun atau setara 743 juta dolar AS pada 24 April 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka