Jakarta, aktual.com – Peneliti ekonomi dan pengembangan wilayah, Hendrawan Saragi, mengatakan, pengalaman berbangsa didirikan tiga kemampuan yang terintegrasi.

“Yaitu, kebenaran, keadilan, dan keindahan,” ucap dia, dalam diskusi virtual bertajuk Kritik Atas Manifesto Politik 2022: “Mempercantik Keindahan Indonesia Dengan Akal Sehat” dipantau pada Minggu (6/11).

Ia menjelaskan manusia dapat membedakan antara yang benar dan salah, membedakan yang adil dari yang tidak adil, dan membedakan antara yang indah dan yang jelek.

“Oleh karena itu, kehidupan berbangsa yang utuh tidak hanya harus jujur dan adil tetapi berjuang menuju keindahan,” ujar dia.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa akal sehat merupakan alat untuk menilai hal baik dan buruk dalam hal-hal praktis berbangsa. Ia menilai akal sehat merupakan kombinasi dari kebijaksanaan dan kehati-hatian.

“Kebijaksanaan adalah mengetahui apa yang harus dilakukan dan kehati-hatian adalah mengetahui kapan dan di mana harus melakukannya,” ucap dia.

Untuk menuju keindahan berbangsa, ia juga telah melihat dan merasakan adanya semangat dan kemauan yang luar biasa dari seluruh komponen bangsa untuk berkomitmen dalam membangun bangsa.

“Ini adalah momen yang perlu untuk dimaksimalkan dan menyadarkan semua unsur masyarakat akan pentingnya kehidupan yang indah di dalam berbangsa,” ujar dia.

Adapun, keindahan berbangsa yang dimaksud itu suatu kesatuan yang koheren menurut keteraturan, proporsi, dan simetri.

“Keteraturan adalah menyesuaikan yang seimbang dari pekerjaan, proporsi menyiratkan bentuk yang anggun dan sesuai dengan konteksnya dan simetri merupakan keselarasan yang tepat yang timbul dari setiap pekerjaan itu sendiri,” kata dia.

(Antara)

(Rizky Zulkarnain)