Semarang, Aktual.co — Mantan Deputi Perdana Menteri Rusia, Kremlin Boris Nemtvos yang ditembak mati oleh penyerang tak dikenal di jatung kota Moskow, kini dikuburkan di Rusia yang dihadiri oleh ratusan pelayat, pada Selasa (3/3) kemarin.

Pelayat mengiringi peti jenazah sampai dengan diturunkan ke dalam liang lahat di kawasan Troyekurovskoe. Pemakaman tersebut dihadiri oleh keluarga, teman dan pejabat, setelah diiringi dalam prosesi yang khidmat di kota Moskow.

Pelayat meletakkan karangan bunga dengan pita warna bendera Rusia, yang mencerminkan penghormatan kepada seorang pria yang disebut sebagai patriot Rusia sejati.

Sebelumnya, ratusan orang lebih dulu mengambil bagian dalam upacara peringatan ‘paling sedih’ di Sakharov, Pusat kota Moskow.

CNN melaporkan, beberapa karangan bunga diletakkan saat mereka berjalan beriiringan melewati peti terbuka bagi seorang patriot terkemuka sekaligus penghormatan kepada ibunya, Dina Eydman, dan anak-anaknya Anton dan Zhanna. Ratusan lebih pelayat berbaris di luar dengan cuaca yang dingin.

Sementara itu, Mikhail Kasyanov, mantan Perdana Menteri di bawah Presiden Vladimir Putin yang kini menjadi tokoh oposisi terkemuka dan rekan Nemtsov, merupakan salah satu pelayat yang mewakili sebagai pembicara kepada pelayat lainnya.

Kasyanov yakin, bahwa Nemtsov merupakan sosok baik yang dikenal akan pendapatnya yang terbuka, dan tewasnya bagian dari balas dendam atas kebijakan politiknya tersebut.

Lanjut dia, pembunuh harus dibawa ke pengadilan di bawah pemerintahan Rusia. Pembunuhan itu telah melahirkan beberapa teori konspirasi.

Meskipun secara politik terpinggirkan dalam beberapa tahun terakhir. Nemtsov yang juga sebagai kritikus yang paling vokal terhadap Vladimir Putin. Banyak menduga, bila rezim Kremlin terlibat langsung maupun tidak langsung.

Namun, Putin telah berjanji untuk membawa penembak Nemtsov untuk bertanggungjawab ke Pengadilan setempat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang ditangkap dan pihak berwenang telah mengajukan sejumlah teori, termasuk bahwa pembunuhan tersebut merupakan tindakan “provokasi”, dimaksudkan untuk mengacaukan Rusia.

Faktor lainnya yaitu, terhubung ke konflik di Ukraina, bahwa ekstrimis Islam yang terlibat atau yang dikaitkan dengan urusan bisnis internasional Nemtsov itu sendiri.

Komite Investigasi Moskow melaporkan, dalam sebuah pernyataan di situs resminya, bahwa “semua skenario” sedang dipertimbangkan. Khususnya mengambil semua langkah yang diperlukan.

“Saksi yang dimintai keterangan, rekaman CCTV sudah dianalisis bukti telah dikumpulkan. Sejumlah tes dilakukan, di antara mereka adalah balistik, pemeriksaan medis dan melacak bukti,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh: