Petugas menggunakan teropong untuk mengamati hilal di Bukit Syeh Bela-belu, Bantul, DI Yogyakarta, Senin (4/7). Dari hasil pemantauan hilal sebagai syarat penentuan 1 Syawal 1437 Hijriah atau Idul Fitri 1437 Hijriyah belum tampak karena tertutup awan mendung. ANTARA

Jakarta, aktual.com – Sidang isbat menjadi mekanisme resmi pemerintah dalam menetapkan awal bulan Ramadan di Indonesia. Forum ini mempertemukan data astronomi, laporan pengamatan hilal, otoritas keagamaan, serta regulator negara untuk menentukan kapan umat Islam memulai ibadah puasa.

Mengutip keterangan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam pada Kementerian Agama Republik Indonesia, sidang isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 16.00 WIB di Auditorium H.M. Rasjidi, kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Hasil keputusan sidang akan diumumkan kepada publik melalui konferensi pers setelah seluruh rangkaian pembahasan selesai dilaksanakan.

Apa Itu Sidang Isbat?

Sidang isbat merupakan forum resmi yang diselenggarakan pemerintah untuk menetapkan awal bulan dalam kalender Hijriah, khususnya Ramadan, Syawal (Idulfitri), dan Zulhijah (Iduladha).

Penetapan dilakukan melalui integrasi dua metode utama, yakni hisab dan rukyat. Secara terminologis, hisab merujuk pada perhitungan astronomi terkait posisi bulan dan matahari. Sementara rukyat adalah pengamatan langsung terhadap hilal atau bulan sabit muda setelah matahari terbenam.

Kedua pendekatan tersebut dipadukan dalam sidang isbat sebagai dasar pengambilan keputusan agar memiliki legitimasi ilmiah sekaligus keagamaan.

Tahapan Penentuan Awal Ramadan

Proses sidang isbat dilaksanakan secara sistematis dan terstruktur. Tahapan awal dimulai dengan pemaparan data hisab yang meliputi:

  • Waktu terjadinya konjungsi (ijtimak)
  • Ketinggian hilal saat matahari terbenam
  • Sudut elongasi bulan terhadap matahari
  • Parameter visibilitas hilal lainnya

Data tersebut menjadi landasan awal untuk menilai kemungkinan terlihatnya hilal di wilayah Indonesia.

Setelah itu, sidang menerima laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pengamatan di seluruh Indonesia. Lokasi-lokasi tersebut ditentukan berdasarkan pertimbangan geografis serta potensi visibilitas hilal. Setiap laporan diverifikasi sebelum dijadikan bahan pembahasan dalam forum.

Kehadiran laporan rukyat berfungsi sebagai konfirmasi empiris atas hasil perhitungan astronomi yang telah dipaparkan sebelumnya.

Tahapan berikutnya adalah musyawarah dan pengambilan keputusan. Apabila hilal dinyatakan memenuhi kriteria yang berlaku, maka 1 Ramadan ditetapkan pada hari berikutnya. Namun apabila tidak memenuhi kriteria, bulan Syakban akan digenapkan menjadi 30 hari.

Keputusan yang dihasilkan bersifat resmi dan menjadi rujukan nasional bagi umat Islam di Indonesia.

Metode Rukyat dan Hisab

Metode rukyat dilakukan melalui pengamatan langsung hilal setelah matahari terbenam. Pengamatan ini dilaksanakan di berbagai lokasi strategis yang dikoordinasikan Kementerian Agama bersama lembaga terkait. Hasil rukyat disampaikan dalam sidang sebagai bukti visual munculnya bulan baru.

Sementara itu, hisab merupakan perhitungan astronomi terhadap posisi bulan dan matahari. Parameter yang dihitung mencakup konjungsi, ketinggian hilal, hingga sudut elongasi. Hisab memberikan dasar ilmiah sebelum laporan rukyat dipresentasikan.

Dalam praktiknya, Kementerian Agama mengintegrasikan kedua metode tersebut sebagai pendekatan gabungan agar keputusan memiliki kekuatan ilmiah dan akuntabilitas keagamaan.

Peran Kementerian Agama

Sebagai regulator, Kementerian Agama memegang peran sentral dalam penyelenggaraan sidang isbat. Tugas tersebut meliputi penetapan jadwal dan lokasi sidang, koordinasi tim ahli hisab dan rukyat, mengundang perwakilan organisasi masyarakat Islam serta lembaga ilmiah, memfasilitasi musyawarah, hingga mengumumkan hasil keputusan kepada publik.

Sidang isbat dilaksanakan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Pengumuman hasil sidang kemudian menjadi rujukan resmi pemerintah dalam menetapkan awal ibadah puasa Ramadan di Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano