Jakarta, Aktual.com – Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan perencanaan keuangan sehari-hari, tetapi juga menyangkut perlindungan dari berbagai risiko finansial yang dapat muncul sewaktu-waktu.

Di tengah ekonomi nasional yang relatif resilien, kesadaran terhadap pentingnya proteksi keuangan dinilai belum merata. Data statistik tahun 2025 menunjukkan tingkat penetrasi asuransi di Indonesia baru berada di angka 3 persen.

Angka tersebut mencerminkan masih lebarnya celah proteksi di tengah masyarakat, khususnya di luar pusat-pusat ekonomi utama. Situasi ini menjadi dasar bagi Ignite by Igloo, platform digital untuk mitra asuransi, dalam menetapkan target pertumbuhan agresif hingga tiga kali lipat pada tahun 2026.

Untuk mewujudkan target tersebut, Ignite by Igloo mengumumkan rencana ekspansi ke luar Pulau Jawa. Wilayah yang menjadi fokus meliputi Sumatra hingga Sulawesi sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan asuransi berbasis teknologi.

“Rendahnya penetrasi saat ini adalah peluang bagi kami untuk hadir dengan solusi yang lebih aksesibel melalui teknologi dan pendekatan personal,” ujar AVP Head of Retail Ignite by Igloo, Handry Yunus, di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Perusahaan insurtech full-stack regional yang berkantor pusat di Singapura ini juga menyiapkan tiga pilar strategi utama. Langkah pertama adalah ekspansi regional dengan membuka kantor cabang satelit di kota-kota strategis seperti Pekanbaru, Samarinda, Balikpapan, dan Makassar guna memperkuat kehadiran fisik di luar Jawa.

Strategi berikutnya adalah pemberdayaan Mitra Muda melalui program campus engagement dan kemitraan afiliasi untuk menjaring mitra dari kalangan generasi muda. Selain itu, Ignite juga memperkuat portofolio produk dengan menggandeng perusahaan asuransi terkemuka, khususnya pada sektor kendaraan bermotor, properti, dan kesehatan.

Sepanjang tahun 2025, kinerja Ignite ditopang oleh kontribusi mitra profesional, baik yang tumbuh secara organik maupun nonorganik. Model hibrida yang diterapkan, dengan mengombinasikan efisiensi platform digital dan pendekatan berbasis komunitas, dinilai efektif menjangkau segmen masyarakat menengah yang cenderung berhati-hati terhadap layanan digital murni, namun tetap membutuhkan transparansi.

“Sepanjang 2025, Ignite telah membuktikan bahwa mitra yang didukung teknologi mampu melayani masyarakat yang belum terlindungi secara berkelanjutan dan menguntungkan. Model bisnis kami telah teruji dan siap untuk direplikasi di berbagai kota baru,” ungkap Chief Distribution Officer Igloo, Sasitharan Krishnan.

Melalui penguatan ekosistem mitra yang adil serta proses klaim yang transparan, Ignite by Igloo menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan inklusi asuransi. Selain itu, Ignite by Igloo juga berkomitmen untuk memperluas akses perlindungan keuangan bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Achmat
Eka Permadhi