Jakarta, Aktual.co — Ditolaknya banding dua anak usaha Asian Agri Group yaitu PT Rigunas Agri Utama dan PT Raja Garuda Mas Sejati oleh Pengadilan Pajak menunjukan tegaknya proses peradilan di Indonesia. Meski demikian, Direktur Utama Katadata.co Metta Dharmasaputra berharap, pengadilan pajak memperhatikan kepentingan negara.
“Agar tidak main-main dengan uang pajak. Semoga 12 kasus lainnya mengikuti 2 kasus itu. Kalau pajak menang, jadi momentum besar karena nilai pajak dan den pemerintah punya komitmen untuk menegakkan persoalan perpajakan,” kata dia di Jakarta, Minggu (9/11).
Bagaimana pun, menurutnya kasus Asian Agri Group ini permulaannya adalah dari pergantian Dirjen Pajak baru, Darmin Nasution. Sehingga nantinya Dirjen Pajak baru bisa melakukan terobosan besar untuk mengusut kasus ini lebih jauh.
“Harapan kita ada di Dirjen Pajak yang baru. Kami harap punya keberanian besar untuk usut kasus pajak juga.,” ucap Metta. 
Untuk diketahui, Pengadilan Pajak menolak banding keberatan pajak terutama PT Rigunas Agri Utama dan PT Raja Garuda Mas Sejati masing-masing sebesar Rp 60 miliar dan Rp 15,8 miliar.
Putusan tersebut merupakan langkah meningkatkan penerimaan negara dari pajak dan memperbaiki tax ratio adalah penegakan kasus hukum kasus-kasus perpajakan secara adil. Termasuk menolak banding keberatan-keberatan pajak terhutang oleh perusahan-perusahaan yang diduga tidak mempunyai itikad baik untuk memenuhi tanggung jawab perpajakan.

(Wisnu)

()