Syaikh Dr. Hisyam Kamil Hamid Musa saat mengisi kajian kitab dan Ijazah Sanad kitab Minhajul Arifin karya Imam Abū Hamid Muhammad Alghazālī di Zawiyah Arraudhah yang juga Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Arraudhah wa Zawiyah Syadziliyah Qodiriyah, Jl. Tebet Barat VIII No. 50, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3). AKTUAL/Warnoto

Meulaboh, aktual.com – Bupati Aceh Barat H Ramli MS menegaskan pengajian tauhid dan tasawuf yang dipimpin ulama asal Aceh Abuya Syech H Amran Waly Alkhalidy merupakan pengajian yang dapat mencegah perpecahan bangsa, agama, masyarakat maupun keluarga.

Menurutnya, pengajian yang kini juga sudah tersebar ke seluruh pelosok nusantara dan negara di Asia Tenggara telah mampu membuktikan bahwa hanya dengan berzikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, maka akan tercipta jiwa yang tenang dan bertawakal.

“Pengembangan dan pengkaderan pengajian tauhid dan tasawuf ini perlu dikembangkan di Indonesia karena dapat mempersatukan umat,” kata Ramli MS, di Meulaboh, ditulis Minggu (24/11).

Menurutnya, pengajian yang dilaksanakan secara terbuka tersebut juga mampu membuat hati umat Islam lebih tenang dan tidak memandang perbedaan dengan umat beragama lainnya.

Karena di dalam pengajian tersebut masyarakat dapat lebih mengenal diri sendiri dan senantiasa mengingat sang pencipta agar tidak mengulangi perbuatan dosa di dunia, dan senantiasa dapat menjaga hubungan baik dengan siapa pun dan pihak mana pun.

Ramli MS juga berharap pengajian tauhid tasawuf agar dapat dikembangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, karena pengajian yang dikembangkan oleh Abuya H Syech Amran Waly dari Aceh tersebut betul-betul bermanfaat dan mampu mempersatukan umat, serta menghindari perpecahan bangsa.

Ia juga mengaku salut atas perjuangan Abuya Syekh Amran Wali-Alkhalidi dalam mengembangkan ilmu tauhid dan tasawuf ke seluruh pelosok nusantara dan luar negeri hingga saat ini, karena pengajian tersebut sangat mudah dimengerti dan diterima oleh umat Islam.

Meski sebelumnya pengajian tersebut mendapatkan ragam sambutan dari umat Islam, namun kenyataannya pengajian tersebut kini sudah memiliki jamaah dalam jumlah yang sangat besar di Indonesia maupun di negara Asean, kata Ramli MS.

Ant.

(Zaenal Arifin)