Jakarta, Aktual.co — Pengamat Pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie mengatakan bahwa seharusnya pemerintah mengamini apa yang pernah disampaikan mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa ikhwal keberadaan sejumlah pasukan militer Amerika Serikat (AS) di Darwin, Australia.
Hal itu menyusul penambahan pasukan AS sekitar 20.000 pasukan dari sebelumnya hanya 2.500 pasukan.
“Dulu pak Marty sudah menyampaikan bahwa itu harus diimbangi, tetapi pak Marty kan malah dimarahi oleh pak SBY, saya pikir sekarang sudah jelas saja sekarang kalau ada peningkatan pasukan disana, maka harus diikuti bagaimana kita memperkuat pasukan militer kita di Indonesia Timur,” ucap Connie saat menjawab pertanyaan Aktual.co, di Jakarta Pusat, Selasa (24/2).
Pemerintah, kata Connie harus waspada dengan penambahan pasukan militer AS tersebut, meskipun penambahan penetapan pasukan merupakan hak bagi Amerika.
Kewaspadaan itu, sambung dia, ditingkatkan pada patroli oleh TNI Angkatan Laut khususnya jalur yang berada di wilayah Indonesia bagian timur yang menghubungkan beberapa negara seperti Australia.
“Jangan sampai Selat Wetar, Selat Leti itu menjadi alur bebas dari pergerakan asing,” tandasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang

















