Jakarta, aktual.com – Pakar Ekonomi Universitas Pelita Harapan Tanggor Sihombing mengomentari viralnya hastag #BongkarSkandalBombaGroup di media sosial (medsos) Twitter beberapa waktu lalu. Hal itu muncul terkait dugaan kredit macet Bomba Group ke salah satu bank pelat merah yang digaungkan para netizen.

Menurutnya, isu tersebut menjadi besar karena nominal peminjaman PT Bomba Group yang besar mencapai triliunan rupiah. Terlebih di tengah situasi krisis ekonomi seperti sekarang ini, masalah uang menjadi sensitif untuk diperbincangkan.

“Nominalnya yang besar, trilliun. Lalu, saat krisis ekonomi saat ini uang tunai (likuiditas) menjadi raja (king). Sehingga setiap uang menjadi rebutan dan sensitif untuk jadi viral,” kata Tanggor kepada wartawan di Jakarta, ditulis Kamis (14/7/2022).

Ia pun mempertanyakan, jika dalam perusahaan yang dikelilingi stakeholder tersebut apakah memperebutkan uang tunai hingga menyoal terkait tahun politik. “Perusahaan batubara diduga dikelilingi banyak stakeholder, adakah perebutan tunai? Apakah ini erat hubungannya dengan tahun-tahun politik terkini?,” lanjutnya.

Sehingga menurutnya, tentu terdapat dampak nominalnya terhadap perekonomian Indonesia, terlebih karena industri batubara saat ini lesu. “Jadi kemungkinan resiko macet akan tinggi. Penegak hukum akan dilibatkan kalau ada anomali. Maka harus diawali dengan audit lebih dulu,” ujarnya.

(Zaenal Arifin)