Jakarta, Aktual.com – Pengamat energi Kholid Syaerozi menyebutkan negara/pemerintah telah gagal mengidentifikasi kelompok penerima manfaat (KPM) subsidi BBM. Kendati demikian, ia tidak menyalahkan Pertamina selaku badan usaha yang dimandatkan negara untuk menyalurkan BBM Subsidi.

Dikatakan Kholid, Pertamina tidak memiliki kewajiban untuk mengidentifikasi siapa saja kalangan yang berhak menerima bantuan BBM Subsidi.

“Ini kegagalan kita bersama. Sebab bukan tugas Pertamina untuk mengidentifikasi siapa mustahik KPM BBM, melainkan negara,” kritik Kholid Syaerazi dalam diskusi Forum Monitor bertajuk ‘Pengaturan BBM Subsidi untuk Keadilan Masyarakat; Sudah Tepatkah?” di Cafe Tentative Dharmawangsa Jakarta Selatan, Kamis (13/10).

Kholid mengungkapkan jumlah KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang disubsidi sejauh ini belum jelas. Berdasarkan data orang miskin versi BPS, jumlah penerima manfaat sebanyak 26.1 Juta. Sedangkan KPM BLT BBM yang diumumkan Presiden Joko Widodo mencapai 26,1 juta. Berdasarkan DTKS mencapai 13,9 juta, dan berdasarkan data pelanggan PLN yang menerima tarif subsidi sejumlah 37 juta orang.

Untuk itu, ia pun mengusulkan agar subsidi BBM ini dirombak dengan sistem tertutup. Selain itu ia meminta agar data mustahik (penerima manfaat) BBM Subsidi harus diperjelas.

“Selama data ini belum beres. Maka, Indonesia tidak akan bisa membenahi aturan subsidi ini,” tegasnya.

Dikesempatan lain, Vice President of Sales Support Pertamina Patra Niaga, Zibali Hisbul Masih, menegaskan pihaknya akan terus memastikan agar bantuan BBM Subsidi tepat sasaran.

“Kita akan memastikan agar bantuan BBM Subsidi ini tepat sasaran, maka perlu adanya pendataan pengguna BBM Subsidi bagi pengguna BBM jenis Solar dan Pertalite. Setelah registrasi, maka kita melakukan pencocokan data,” ucap Zibali dalam diskusi Forum Monitor tersebut.

Namun ia mengingatkan, penyaluran program BBM Subsidi ini perlu dikawal bersama-sama, mengingat ini merupakan tanggungjawab semua stakeholder termasuk masyarakat.

“Program BBM Subsidi ini agar tepat sasaran maka harus dilakukan secara bersama-sama, dan membutuhkan sinergi semua stakeholder. Jangan Pertamina saja, atau pemerintah saja, atau masyarakat saja,” ujar Zibali.

Zibali berharap para stakeholder menjalankan perannya masing-masing, serta didukung antusiasme masyarakat pengguna BBM subsidi untuk mendaftarkan kendaraan pengguna jenis Pertalite atau Solar melalui aplikasi Mypertamina.

“Jika clear mustahik (penerima manfaat) subsidinya, tentu ini akan membantu operasional kami dalam menyalurkan BBM Subsidi. Untuk itu, mari kita dukung program BBM subsidi ini agar tepat sasaran,” pungkasnya.

(Warto'i)