Jakarta, Aktual.co — Percaturan global sekarang berbeda dengan pada zaman perang dingin, ada 3 bentuk perang baru yang sedang mengancam Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Pengamat Intelijen dan Keamanan internasional Soeripto, dalam rilis yang diterima, di Jakarta, Minggu (17/5).
Soeripto menjelaskan bahwa tiga bentuk perang tersebut adalah perang sumberdaya alam, perang mata uang dan perang cyber. 
“Dua pihak yang menonjol dalam perang sumber daya alam adalah antara Amerika  Serikat dan China. Percaturan di Indonesia sangat terasa, terutama dalam akses sumber daya alam. Hal ini harus diantisipasi dengan baik, karenanya tata kelola sumber daya alam harus benar-benar untuk kepentingan masyarakat. Lembaga advokasi sosial seperti PAHAM ini harus bisa mengawal kepentingan publik tersebut,” papar mantan sekretaris jendral Kementerian Kehutanan tersebut.
Selanjutnya adalah bentuk perang mata uang atau yang disebut dengan currency war. Jenis perang ini juga tak boleh diremehkan, karena berkaitan langsung dengan ketahanan perekonomian Indonesia. 
“Nilai mata uang kita sekarang semakin merosot, ini pertanda kita kalah strategi. Bisa jadi kita kalah perang untuk saat ini,” papar salah satu Dewan Pembina PAHAM Indonesia tersebut.
Ketiga adalah perang dunia maya (cyber war), yang dilakukan melalui jaringan internet. Perang ini sangat luar biasa pengaruhnya, suatu bangsa yang diserang oleh cyber war akan bisa lumpuh. Contohnya pada perang teluk mengapa Irak cepat menyerah, hal ini terjadi karena AS bisa melumpuhkan seluruh jaringan komunikasi Irak. Sehingga jaringan pertahannya macet, dan tidak jalan. 
“Pada tahap ini, serangan melalui cyber akan dilakukan terlebih dahulu barulah kemudian dilakukan serangan melalui kekuatan militer,” jelasnya
Soeripto mengingatkan agar tiga hal ini diwaspadai untuk menjaga pertahanan negara. “Sayang pemerintah Indonesia masih kurang mewaspadai ketiga hal ini, justru yang diwaspadai hanya isu-isu pinggiran,” pungkas aktifis kemanusiaan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh: