Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Pangi Syarwi Chaniago (Ipang) menilai pernyataan Presiden Jokowi agar penegak hukum untuk tidak mengganggu program pemerintah, merupakan cara berfikir yang sesat.
Padahal, sambung dia, tugas penegak hukumlah untuk mengawasi semua program pemerintah agar berjalan sesuai aturan.
“Justru para penegak hukum harus menegakkan hukum sehingga dengan sendiri kerja pemerintah berjalan dengan mulus. Percuma pembangunan mulus, namun korup jelas nggak bagus juga,” kata Ipang melalui keterangan tertulisnya yang diterima Aktual.co, di Jakarta, Jumat (6/3).
Masih dikatakan dia, penempatan Pelaksana tugas (Plt) pimpinan KPK  dalam kisruh yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi dengan Kepolisian, menunjukan bahwa presiden telah berhasil untuk melakukan intervensi kepada penegak hukum, terutama pada institusi anti rasuah tesebut.
“Kasus kisruh polri dan KPK yang menang adalah Jokowi, sebab telah berhasil menanamkan seperti Plt Tafiequrachman Ruki untuk sengaja melemahkan KPK,” ucap Ipang lagi.
“Terlebih, ketika plt KPK melimpahkan kasus BG ke Kejaksaan, semua orang sudah bisa meramalkan ujung dari kasus BG di kejaksaan, selesai sudah panggung sandiwara Jokowi dalam visi misinya memperkuat KPK,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang