Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang Ahmad Atang menilai, posisi Koalisi Merah Putih (KMP) di parlemen kini mulai dibayangi perpecahan yang melanda partai politik anggota KMP. Selain Partai Golkar dan PPP, boleh jadi kondisi yang sama akan melanda Partai Amanat Nasional (PAN), yang akan menggelar Munas dalam waktu dekat ini, kata Ahmad Atang, di Kupang, Senin (12/1).
“Dengan demikian, nantinya praktis yang ada di KMP hanya Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang relatif masih solid,” katanya. Menurut Ahmad Atang, Partai Golkar sebagai lokomotif KMP di parlemen saat ini tengah dihadapkan pada kondisi internal yang cukup rumit penyelesaiannya sehingga staminanya terkuras habis.
Golkar sedang terbebani bukan saja masalah internal partai, akan tetapi masalah Koalisi Merah Putih dan kepentingan politik partai berlambang pohon beringin itu di pilkada, yang akan digelar tahun ini secara serentak. Kondisi ini membuat Golkar kesulitan dalam membagi peran politik ditengah ketidakpastian legal formalnya.
“Golkar tidak bisa lagi memainkan peran penting di KMP, karena jika pengurus hasil Munas Bali tetap ngotot, maka bisa jadi golkar hanya akan menjadi penonton di pilkada serentak 2015,” kata Ahmad Atang. “Jadi kalau kita amati, sekarang ini semangat KMP di parlemen cenderung kendor karena golkar sudah tidak konsentrasi lagi memainkan peran dalam KMP,” katanya. Dia mengatakan, jika kondisi ini terus berlangsung maka, KMP akan tinggal nama tanpa ada gerakan atau sebaliknya KMP akan ditinggalkan oleh anggotanya.














