Jakarta, Aktual.co — Keraguan bermunculan dengan dipilihnya Faisal Basri sebagai Ketua Komite Reformasi Tata Kelola Migas (KRTKM). Bagaimanapun, katanya, pekerjaan memberantas mafia migas bukan tugas yang ringan. “Itu anggota tim yang dibentuk bukan orang-orang yang memiliki integritas, bahkan ada yang terindikasi sebagai bagian dari mafia migas.
Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Komisi Kebijakan Publik Rusmin Effendy di Jakarta, Rabu (27/11).
Faisal basri dan tim meragukan dalam kapasitas dan kreditasnya. Selama ini Faisal dikenal sebagai Ekonom yang selalu bermetamorfosis di setiap pemerintahan yang berkuasa.
Dijelaskan Rusmin, bagaimana mungkin Faisal Basri mampu memberantas mafia migas kalau dirinya sendiri bagian dari kaum neoliberal itu. “Selama ini para neolib-neolib itu yang bermain di bisnis migas,” sergahnya.
Seharusnya, semua angggota tim mafia migas itu harus dipublikasikan ke publik soal rekam jejak mereka selama ini. Kalau mau diusung, pasti ada diantara mereka bagian tau menjadi kaki tangan para mafia migas.
“Jangan-jangan KRTKM ini menjadi lembaga formal melegalitas mafia migas, hanya berganti baju saja,” sergahnya.
Menurutnya, sejak awal pembentukan KRTKM tidak jelas kredibilitasnya. Ia menduga KRTKM hanya menjadi alat kepentingan politik dan pencitraan Jokowi-JK serta kelompok migas itu sendiri.
Laporan: Meutia
Artikel ini ditulis oleh:

















