Jakarta, Aktual.co — Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK), Universitas Padjadjaran, Muradi berharap, KPK dan Polri fokus pada penyelesaian permasalahan penegakan hukum.

Pernyataan Muradi ini, mengomentari dari permintaan Ketua KPK, Abraham Samad untuk menggunakan jasa TNI untuk mengamankan kantornya dari penggeledahan penyidik Polri, terkait kasus Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto.

“Dengan berkaca pada situasi tersebut, maka akan lebih baik agar KPK dan Polri, sebagaimana penegasan Presiden Joko Widodo untuk fokus pada penyelesaian permasalahan keduanya hanya pada penegakan hukum,” katanya, Minggu (25/1).

Sebab, jelas Muradi, langkah pelibatan TNI dalam permasalahan antara KPK dengan Polri, tidak akan menimbulkan penyelesaian.

“Pelibatan institusi lain (TNI) dalam konteks tersebut, tidak hanya mengarah keinginan untuk menyelesaikan masalah, namun lebih banyak mengarah pada keinginan untuk saling menjatuhkan, dan tidak bervisi pada upaya untuk memperkuat kondusifitas ke-Indonesiaan,” jelasnya.

Seperti diketahui, intelejen TNI pada Jumat (23/1) kemarin, turun ke lapangan untuk mengamankan gedung KPK di Kuningan, Jakarta, ketika adanya unjuk rasa yang mendukung langkah Polri.

Artikel ini ditulis oleh: