Jakarta, Aktual.co — Pengamat ekonomi dari Mandiri Institute Destry Damayanti, optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015 pada kuartal II akan tumbuh diatas lima persen. Menurut dia, saat ini boleh dikatakan pemerintah belum melakukan apapun.
“Yang namanya spending goverment itu cuma 7 triliun, kita masih bisa tumbuh 4,7 persen. Jadi dengan asumsi dan saya masih cukup yakin kuartal II pada Juni proyek-proyeknya bisa diakselerit. Saya rasa diatas lima persen itu masih global dan bisa dicapai, Saat ini saya dan tim saya di Mandiri taruh di 5,3 persen,” ujarnya, di Bandung, Sabtu (9/5).
Sampai saat ini, lanjut dia, pihaknya masih yakin dengan trigger dari government spending. Jika government spending bisa berjalan, maka program lain akan mengikuti. Namun yang terjadi sekarang ini semua orang sedang menunggu.
“Dananya itu ada, cash-nya itu ada semua, tapi orang sekarang ini dalam posisi chasing, termasuk orang untuk belanja, makanya semua heran kenapa consumer goods yang biasa solid sekarang mengalami penurunan profit karena daya beli masyarakat rendah,” tandasnya.
“Jadi kayaknya mereka terpukul, yang tadinya serba pasti, harga BBM enggak berubah-ubah jadi gampang prediksi. Rupiah relatif stabil, jadi fluktuasi enggak ke mana-mana. Jadi mereka masih nyaman jika akan spending. Sekarang dalam kondisi seperti ini semua mikir, masih bisa survive enggak ya. Ini yang menyebabkan timbul ketidakpastian dan jadi ragu-ragu,” jelasnya.
Pertumbuhan ekonomi 5,3 persen, menurut dia, itu dengan asumsi government spending yang akan berjalan di kuartal II. Projek infrastruktur itu kan tidak bicara bulanan tapi tahunan, namun paling tidak market bisa melihat suatu progres, seperti misalnya saja masalah pembebasan lahan yang selama ini terkatung-katung dan pemerintah bisa menyelesaikan jika kemudian benar-benar dilakukan dan menjadi headline di media, itu bisa dengan gampang kembalikan kepercayaan investor.
“Asing masih optimistis bahwa economic growth Indonesia masih bisa meluas. Nah sekarang mereka itu menunggu kepastian jalannya proyek pemerintah,” pungkasnya.
Ditulis: Tri Harningsih
Artikel ini ditulis oleh:
Andy Abdul Hamid













