Jakarta, Aktual.co —Kinerja DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 di bawah kepemimpinan Prasetio Edi Marsudi dinilai sangat buruk. Indikatornya, banyak target program kerja yang tertunda tidak pernah sesuai rencana.
Disampaikan pengamat politik dari IndoStrategi, Pangi Syarwi Chaniago, lemahnya kepemimpinan politisi PDI-P itu jadi salah satu penyebab molornya target program kerja di DPRD DKI.
“Kapasitas, narasi dan kewibawaannya (Prasetio) belum berhasil mempercepat (akselarasi) meningkatkan kinerja dan agenda prioritas DPRD,” kata Ipang, Selasa (26/5).
Sebab lain buruknya kinerja dewan Kebon Sirih, ujar dia, lantaran dipengaruhi lemahnya koordinasi dan komunikasi politik antar anggota dewan. 
Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu menduga di DPRD DKI terjadi fenomena seperti teori kesadaran palsu. Dimana segenap anggota dewan sibuk memerhatikan kinerja Pemprov DKI (eksekutif), namun legislator melupakan kinerjanya sendiri. “Sibuk ngurus orang lain, lupa ngurus diri sendiri,” ucap dia.
Diketahui, hingga kini banyak pekerjaan DPRD DKI yang belum selesai. Misal, panitia khusus (pansus) soal hibah eks Gedung Walikota Jakarta Selatan dan RS Haji Jakarta.
Kemudian, 17 rancangan peraturan daerah (Raperda) yang dijadwalkan masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) hingga kini belum ada satupun yang dibahas. Padahal ada tiga raperda yang diprioritaskan rampung akhir bulan Mei ini.

Artikel ini ditulis oleh: