Jakarta, Aktual.co — Menteri BUMN Rini Soemarno dikabarkan telah melakukan tahapan uji fit and proper terhadap calon Direktur Utama Pertamina dalam beberapa hari terakhir dan masih berlangsung hingga jelang akhir pekan ini. Fit and Proper test di berlakukan ke seluruh Direksi yang ada sekarang dan plus ada 6 calon eksternal Direksi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Aktual.co, nama-nama calon Dirut Pertamina dari eksternal yang sedang menjalani Fit and Proper di PT DDI adalah Budi Sadikin (Dirut Bank Mandiri), Sunarso, (Direksi Bank Mandiri), Zulkifli Zaini (Mantan Dirut Bank Mandiri), Fahmi Muhtar (Mantan Dirut PLN), Dwi Sucipto, (Dirut Semen Indonesia), dan Rinaldi Firmansyah (Mantan Dirut Telkom). Kabarnya, calon kuat dalam bursa kandidat tersebut adalah Rinaldi Firmansyah yang disebut-sebut diendorse langsung oleh  Menteri BUMN Rini Soemarno, Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan Wapres Jusuf Kalla. Sementara lima nama lain hanya sekedar pembanding.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Energi sekaligus Koordinator Indonesia Migas Watch Tri Widodo mengatakan, BUMN sekaliber Pertamina sangat membutuhkan sosok seorang pemimpin yang ‘expert’ di bidangnya.

“Pertamina itu kan membutuhkan seorang yang expert. Membutuhkan seorang yang paham manajemen perusahaan perminyakan, Rinaldi kan orang keuangan,” kata Tri kepada Aktual.co, Jumat (7/11).

Ia menilai, Rinaldi adalah sosok yang tidak expert di Telkom. Terbukti bagaimana kinerja Telkom memburuk dibawah kepemimpinannya.

“Lihatlah Telkom, sekarang hancur-hancuran kan, dijual-jual anak perusahaannya. Ditambah dia itu orang Neolib,” tegasnya.

Menurutnya, yang terpenting, sosok Dirut Pertamina itu adalah putra Pertamina asli yang sudah memahami betul kondisi Pertamina. “Kan terbukti sosok eksternal justru menciptakan mafia migas baru. Kalau dari dalam tentu mengetahui corporate culture”.

“Terbukti ketika era Ari Soemarno justru malah membawa pertamina semakin buruk. Yang paling baik itu dari internal. Hanya orang dalam Pertamina saja yang mengerti cara membesarkan Pertamina,” tutupnya.

()

(Eka)