Jakarta, Aktual.com – Analis Politik dan Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Iman menyarankan presiden Joko Widodo mengabaikan calon Pj Gubernur Jakarta diluar tiga nama yang telah direkomendasikan DPRD DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

“Tiga nama yang telah ditetapkan DPRD DKI Jakarta saya yakin telah melalui proses politik yang panjang, sehingga jika tiba-tiba ada nama lain muncul diluar itu akan menimbulkan pertanyaan besar publik, meskipun hal tersebut merupakan hak preogratif Presiden,” terang Arif dalam dialog Forum Aktual dengan tema Pj Gubernur DKI Jakarta dan upaya meredam polarisasi politik, Sabtu (1/10).

Ia menilai tiga nama yang telah ditetapkan DPRD DKI Jakarta yakni Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Daerah DKI Marullah Matali, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar merupakan pilihan yang sudah ideal.

“Tiga nama ini memilik track record sebagai birokrat, dan sekali lagi akan menjadi pertanyaan besar jika tiba-tiba muncul diluar tiga nama yang telah ada,” tambah Arif.

Lebih lanjut, menurut Arif DKI Jakarta saat ini butuh Penjabat (Pj) Gubernur Pemersatu Semua Kalangan agar dapat menjadi contoh konkret peneguhan politik kebangsaan untuk melawan politik identitas pada Pemilu 2024 mendatang.

“Ya, harus bisa menjadi pemersatu semua kalangan dan bebas dari kepentingan politik partai,” terangnya.

Menurut dia, kriteria tersebut diperlukan untuk mencegah terjadinya politik identitas dan polarisasi, seperti pada Pilkada 2017 lalu.

(Warto'i)