Jakarta, aktual.com – Pemerintah mengalihkan subsidi bahan bakar minyak (BBM), sehingga menyebabkan hargany mengalami penyesuaian. Pemerintah kemudian mengalihkan subsidi tersebut ke bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat yang membutuhkan.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, subsidi yang dilakukan pemerintah saat ini kurang tepat sasaran. Menurutnya, lebih baik dialihkan ke sejumlah hal lain, seperti transportasi umum dan fasilitas kesehatan.

“Subsidi ini kontra produktif, subsidi BBM mubazir, karena banyak dibuang ke jalan raya,” kata Mamit dalam diskusi Jakarta Journalist Center, dengan tema “Subsidi Tepat Sasaran: Rakyat Senang, APBN Aman”, Senin (19/9/22).

Dalam diskusi ini turut hadir staf khusus Menkeu, Yustinus Prastowo dan Direktur Eksekutif CSIS, Yose Rizal.

Apalagi, lanjut Mamit, energi fosil yang menjadi bahan utama BBM saat ini telah menipis. “Yang namanya fosil terbatas sifat alami Migas kita. Tanpa ada investasi, maka dibutuhkan investor yang paham,” imbuhnya.

(Zaenal Arifin)