Jakarta, Aktual.co — ‎Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan hendaknya belajar dari masalah kenaikkan BBM. Seharusnya PDIP harus memiliki solusi untuk mengatasi masalah kenaikkan BBM, bukan menyalahkan pihak tertentu.
Demikian disampaikan Budi Setiono pengamat politik Universitas Diponegoro kepada wartawan di Jakarta, Rabu (5/11). 
“Ketika posisi partai sekarang berada di pemerintahan saat hendaklah bijaksana dalam melontarkan sebuah wacana,” ungkapnya.
Seharusnya, lanjut dia, PDIP sudah memiliki rancang bangun kebijakan yang bisa menganulir kebijakan kenaikkan BBM, jangan hanya sekedar menolak atau setuju dengan kenaikkan BBM. 
Nah, sekarang situasinya berubah sehingga mereka tidak siap, apa yang PDIP suarakan (menolak) dahulu terimplementasikan, sehingga meimbulkan kepanikan dengan melemparakan wacana yang kurang bijak. 
“Kalau dahulu menolak, harusnya mereka sudah punya kesiapsiagaan, kalau mereka sudah berkuasa maka harus memberikan solusi. Kalau itu tidak ada, berarti kebohongan publik yang dilakukan PDIP,” jelasnya.
Seperti diketahui, dulu partai berlambang banteng moncong putih ini paling keras bersuara ketika pemerintahan SBY dinilai bukanlah langkah yang tepat. Tak hanya itu, penolakan soal kenaikan harga BBM ini pun disambut kemarahan dari keluarga besar PDIP yang bertagline ‘Wong Cilik’ di sejumlah daerah.
Dimana ketika itu tahun 2013, PDI Perjuangan mengintruksikan kepada seluruh kadernya untuk memasang spanduk atau baliho yang berisi penolakan terhadap rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

()