Jakarta, Aktual.co —Masih banyaknya warga yang mengkonsumsi miras oplosan sebagai hiburan murah meriah, meskipun bahaya sudah terbukti banyak memakan korban.
Devie Rachmawati Pengamat Sosial UI menilai mereka yang mengkonsumsi miras oplosan karena tertekan dengan kondisi ekonomi mereka dan mencari alternatif untuk melepas masalah.
“Berawal dari kesulitan ekonomi sulitnya mendapat pekerjaan, mereka stress dan mencari hiburan yang murah meriah. Mereka memilih meminum miras oplosan,” kata Devie saat dihubungi Aktual.co, Senin (8/12).
Mereka itu, lanjut Devie, terpaksa menenggak miras oplosan karena tidak mampu membeli minuman alkohol yang mahal.
“Akhirnya mereka mencari minuman alkohol yang harganya murah. Inilah yang ditanggapi pasar sehingga mereka mencampur bahan berbahaya tersebut,” lanjutnya.
Kejadian ini, lanjutnya, diduga karena lemahnya pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap warung yang diduga menjual barang berbahaya untuk dikonsumsi.
Untuk di ketahui sebelumnya, ketiga pria bernama Andi (25), Irwan (45) dan Indra (32), meninggal setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit Pasar Rebo akibat menenggak miras oplosan ‘Cherrybelle’. Fenomena miras oplosan ini tidak hanya terjadi di ibukota. Di Garut, Sumedang dan beberapa wilayah lainnya juga sudah memakan korban.

Artikel ini ditulis oleh: