Makasar, Aktual.co — Pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Dr Aswar Hasan menyatakan jika pernyataan Jokowi pada saat pidato Konferensi Asia Afrika (KAA) sangat inkonsistensi dan terkesan hanya ingin melakukan pencitraan ke publik.
“Keinginan untuk tidak tergantung pada bank dunia, IMF dan ADB sangat bertentangan dengan kebijakannya yang justru meminta tambahan utang ke lembaga tersebut beberapa waktu yang lalu,” ujar Aswar Hasan kepada Aktual.co, Senin (24/4).
Aswar Hasan menuturkan, jika kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Jokowi saat ini semakin tergerus dan menuai banyak kritikan disebabkan Jokowi mulai menunjukkan ketidakkonsitensinya pada saat kampanye jelang Pilpres tahun lalu.
“Kondisi ini tentu berbahaya bagi kelangsungan pemerintahan,” katanya.
Oleh karena itu, lanjut dosen komunikasi politik Unhas ini, semestinya Jokowi benar-benar menunjukkan keberaniannya menolak bantuan dari lembaga donatur tersebut. Jika tidak tentu publik semakin tidak percaya lagi terhadap kepemimpinan Jokowi.
Apalagi, lanjut Aswar Hasan, seringkali Jokowi dengan para bawahannya miskomunikasi dalam pengambilan kebijakan yang sangat strategis.”Ini tentu makin memperparah roda pemerintahan,”. Ungkapnya.
Sebelumnya, Jokowi dalam pidatonya di KAA beberapa waktu yang lalu menyatakan ingin lepas dan menggugat keberadaan Bank Dunia dan lembaga keuangan IMF.

Artikel ini ditulis oleh: