Jakarta, Aktual.co — Dinas Perkebunan Sumatera Barat (Sumbar) mengimbau pedagang pengepul tandan buah segar (TBS) kelapa sawit agar tidak bertindak ‘nakal’ membasahkan TBS dan memperberat buah dengan pasir, karena bisa menyebabkan harganya turun. Dinas Perkebunan mengatakan selama ini banyak pedagang pengepul melakukan kegiatan yang merugikan perusahaan sawit dan akhirnya menurunkan harga beli TBS.

“Tindakan nakal ini jelas sangat merugikan perusahaan sawit, baik segi hasil maupun pada kerusakan mesin pengolah,” ujar Kepala Dinas Perkebunan Sumbar, Fajarudin melalui Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran, Renobudi di Padang, Selasa (19/5).

Kemudian membiarkan TBS dalam tempo yang lama sebelum dikirim ke perusahaan sawit juga mempengaruhi harga beli TBS oleh perusahaan.

“Terlalu lama dibiarkan maka rendemen kelapa sawit semakin rendah dan tentu akan berpengaruh kepada turunnya harga beli,” jelasnya.

Di beberapa kesempatan kata dia, pihak Disbun Sumbar sering menyaksikan kelakuan oknum seperti itu dan juga adanya laporan kejadian tersebut dari petani.

Ia menyayangkan ulah oknum pengepul itu, karena di samping harga sawit lebih murah dari sawit plasma, diperburuk lagi oleh tindakan oknum pengepul yang mencampur buah dengan pasir.

“Kita memang tidak bisa secara langsung menghentikan praktik seperti itu, karena pengepul sawit dibutuhkan petani untuk menjual hasilnya ke perusahaan,” katanya.

Ia mengimbau pemerintah daerah lebih peka dengan kejadian seperti ini, dan memberikan sosialisasi agar pedagang pengepul menjaga kualitas buah sawit sehingga sama-sama untung dengan petani.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka