Jakarta, Aktual.co —Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2015 diperkirakan molor sampai pertengahan Januari 2015. Atau telat seminggu dari target yang telah ditetapkan sebelumnya, delapan Januari 2015.
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi berkilah telatnya pengesahan RAPBD 2015 lantaran terpotong libur. Politisi PDI-P itu membantah kalau dewan sengaja mengulur-ulur pengesahan uang rakyat Jakarta.
“Kami juga ingin kerja dan warga DKI menikmati pembangunan,” kata dia, di DPRD DKI, Senin (29/12).
Lambannya pembahasan RAPBD 2015 pun menuai komentar sinis dari pengamat pemerintahan DKI, Amir Hamzah. DPRD DKI dan Pemprov DKI dinilainya tidak serius bahas RAPBD 2015. Sebab di penghujung tahun 2014, mereka masih saja berkutat di pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). Padahal sebelumnya dewan di Kebon Sirih berjanji pembahasan RAPBD 2015 rampung 29 Desember 2014. Sementara untuk pengesahannya dilakukan awal Januari 2015.
“Saya sangat pesimis APBD 2015, bisa disahkan Januari 2015. Dari mana rumusnya bisa disahkan? Pembahasan KUA-PPAS saja belum jelas,” kata pengamat pemerintahan DKI, Amir Hamzah, saat dihubungi Aktual.co, di Jakarta, Senin (29/12).
Sebenarnya DPRD DKI bisa mengesahkan APBD 2015 di Desember ini. Namun sejumlah politisi Kebon Sirih malah rebutan jatah kursi pimpinan komisi. “Akhirnya APBD telat disahkan,” cetusnya.
Artikel ini ditulis oleh:

















