Jakarta, Aktual.com – Sejumlah tempat di Lampung jadi sasaran penggeledahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, sejak 8-11 Mei 2017. Dari sana penyidik mensita sejumlah dokumen ihwal kasus dugaan korupsi Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI).
“Dari penggeledahan di Lampung, KPK mensita sejumlah dokomen perjanjian kerja sama di notaris,” beber Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Selasa (16/5).
Selain penggeledahan, di sana KPK juga membuka serangkaian pemeriksaan. Kata Febri, ada puluhan saksi yang diperiksa, demi mendalami berbagai hal, khusus tentang perjanjian antara Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) dengan petani tambak udang.
“Pemeriksaan 20 orang saksi yang berlatar belakang sebagai petani tambak Dipasena. Dalami sejumlah hal, kontrak, pinjaman, bahkan proses pengembalian pinjaman,” jelasnya.
Hasil dari serangkaian penggeledahan dan pemeriksaan di Lampung, sambung Febri, bakal dikonfirmasi langsung ke pihak-pihak yang diduga mengetahui dan memahami. Misalnya ke Stefanus Eka, Plt Deputi BPPN aset dan investasi, saat SKL BLBI untuk Sjamsul Nursalim diterbitkan oleh BPPN.
“Saksi akan ditanya seputar proses penutupan BDNI dan penagihan oleh BPPN,” kata dia.
Laporan: M Zhacky Kusumo
Artikel ini ditulis oleh:
Nebby