Jakarta, Aktual.co — Pengurus Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Bengkulu, mengharapkan pemerintah mempercepat penyelesaian kisruh organisasi itu, sehingga tidak mendapat sanksi pembekuan dari Federasi Sepak bola Internasional (FIFA).

“Jangan sampai terkena sanksi FIFA, kami harapkan masalah di pusat segera selesai,” kata Ketua Pengurus PSSI Provinsi Bengkulu, Kurnia Utama di Bengkulu, ditulis Kamis (30/4).

Ia mengatakan pembekuan PSSI oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi seharusnya tidak mempengaruhi aktivitas organisasi sepak bola itu.

Termasuk di Bengkulu kata dia, pengurus PSSI setempat tetap melanjutkan kegiatan dan program yang sudah disusun, termasuk pembinaan para atlet.

Namun, menurut Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu tersebut Menpora dan Pengurus PSSI agar segera mengambil inisiatif penyelesaian konflik, sehingga persepakbolaan Indonesia tidak mendapat sanksi dari FIFA.

“Tapi saya yakin PSSI sulit dibekukan dan FIFA tidak akan mengeluarkan surat persetujuan tersebut,” kata dia.

Menurut Kukun-sapaan akrab Kurnia Utama, organisasi sepak bola dunia itu tidak akan sembarangan membekukan PSSI sebab jumlah suporter atau penonton sepak bola Indonesia terbanyak di dunia.

Pembekuan dari Menpora menurut Kurnia tidak perlu dipersoalkan, sebab ada pembelajaran yang bisa dipetik.

Ia mencontohkan persepakbolaan Brunei Darussalam yang meraih berbagai prestasi setelah sempat dibekukan oleh pemerintah negara itu.

“Mudah-mudahan nasib persepakbolaan kita sama dengan Brunei yang menuai prestasi setelah pembekuan,” kata dia.

Tapi hal tersebut menurutnya jangan sampai terjadi bagi PSSI karena hal yang akan dikorbankan, termasuk masa depan para atlet sepak bola.

Artikel ini ditulis oleh: