Jakarta, Aktual.co — Harga CPO Riau melemah antara lain dipengaruhi oleh harga CPO Malaysia karena pasar CPO dunia bergantung pada pasar utama CPO yaitu Indonesia dan Malaysia.
“Pelemahan harga CPO bursa Malaysia terjadi seiring dengan penguatan ringgit terhadap dolar Amerika Serikat,” kata Sekretaris Tim Penetapan harga TBS CPO Riau Rusdi di Pekanbaru, Rabu (22/4).
Menurut Rusdi, melemahnya harga CPO Riau ditandai juga dengan pasar CPO Indonesia juga tergambar dari pelemahan harga lelang pada KPB-PTP, Astra dan Sinar Mas.
Pada perdagangan Senin (16/3/2015), katanya, harga jual CPO PTP Franco Pelabuhan Dumai hanya Rp7.940/Kg, hal ini jauh berbeda dengan harga minggu sebelumnya yang tercatat sebesar Rp8.439,85/Kg. “Harga CPO Riau asal PTP Franco tidak berbeda jauh dari harga jual CPO perusahaan lainnya,” katanya.
Selain itu, katanya lagi, lesunya harga CPO pada perdagangan minggu ini juga disebabkan oleh anjloknya impor ke India. Pembelian CPO asal Malaysia oleh India pada Februari dilaporkan turun 7,8 persen menjadi 600 ribu ton. Sementara itu, harga CPO di bursa komoditas Malaysia membukukan pelemahan sebesar 7 ringgit atau setara dengan 0,35 persen dan berada pada posisi 2.236 ringgit per ton. Penyebab lainnya adalah anjloknya impor minyak nabati ke Tiongkok.
“Volume impor minyak nabati Tiongkok anjlok 67,55 persen dari 708.858 ton pada Februari 2014 menjadi 230.000 ton pada Februari 2015,” katanya.
Volume impor Februari 2015 adalah volume impor bulanan terendah dalam 12 tahun terakhir. Sedangkan lesunya harga minyak mentah dan turunnya ekspor CPO dari Malaysia berpotensi untuk menggerus turun harga komoditas berjangka CPO Indonesia tersebut.
Pelemahan ringgit membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut –termasuk CPO di bursa komoditas Malaysia– menjadi relatif lebih murah harganya bagi para pembeli dari luar negeri. Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap komoditas tersebut sedikit mengalami kenaikan.
Tetapi di tengah anjloknya harga minyak mentah tampaknya sulit bagi harga CPO untuk menguat. Dengan pelemahan harga minyak bahan bakar alternatif berupa biofuel menjadi kurang dilirik oleh pelaku pasar sehingga permintaan CPO untuk biofuel berkurang.
Melempemnya harga CPO di perdagangan Jumat disebabkan oleh ekspor CPO Malaysia yang masih mengalami penurunan. Ekspor CPO Malaysia, menurut Intertek, turun 5,5 persen dari 677.172 ton pada periode 1-20 Februari menjadi 640.254 ton pada pada periode 1-20 Maret. Demikian juga halnya perdagangan CPO Indonesia mengalami permasalahan yang sama dan mengalami tekanan akibat menurunnya permintaan dari negara tujuan ekspor CPO Indonesia.
Angin segar tergambar pada perdagangan Senin (23/03/2015) , harga CPO terdukung oleh kenaikan harga minyak mentah. Harga jual minyak mentah berjangka di akhir perdagangan pekan lalu membukukan peningkatan mantap akibat melemahnya nilai tukar dolar AS.
Kenaikan harga minyak mentah membuat permintaan terhadap bahan bakar alternatif biofuels mengalami peningkatan sehingga harga CPO juga ikutan terangkat. Harga CPO di bursa komoditas Indonesia dan Malaysia membukukan peningkatan mantap. Harga CPO kontrak Juni menguat sebesar 1,8 dan 2,1 persen.
“Namun para Analyst perdagangan CPO memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan pekan ini berpotensi untuk bertahan di teritori positif. Kenaikan harga minyak mentah menjadi pendorong yang kuat di pasar CPO,” katanya dan menambahkan menguatnya harga minyak membuat produk biofuel yang berbahan baku CPO menjadi meningkat permintaannya.
Ia menyebutkan, harga TBS kelapa sawit Riau, umur sepuluh tahun untuk periode 22-28 April 2015 tercatat sebesar Rp1.562,54/Kg, atau mengalami penurunan sebesar Rp40,77/kg dibandingkan dengan harga seminggu sebelumnya yakni Rp1.603,31/Kg.
Sedangkan harga TBS CPO Riau umur tiga tahun tercatat sebesar Rp1.118,47/Kg, umur empat tahun Rp1.248,99/Kg, umur lima tahun Rp1.336,51/kg, umur enam tahun Rp1.375,83/kg, umur tujuh tahun Rp1.428,34/Kg dan umur delapan tahun Rp1.472,87/Kg dan sembilan tahun Rp1.520,16/kg.
Artikel ini ditulis oleh:













