Jakarta, Aktual.co — Peneiti ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai penundaan pengumuman kabinet oleh Presiden Joko Widodo dapat mengurangi kepercayaan investor dan pelaku pasar sehingga dapat memberikan sentimen negatif di pasar uang dan saham.

Pelaku pasar terus mencermati pernyataan Presiden Joko Widodo, yang pada Rabu (22/10) pagi, menyebutkan akan mengumumkan susunan kabinet pada hari itu juga di beberapa opsi tempat di Jakarta.

“Namun akhirnya pengumuman itu ditunda. Saya khawatirnya investor berspekulasi negatif, ada penyebab apa?, apakah ada tarik ulur kepentingan. Tapi kan itu hanya kehawatiran sementara yang seharusnya dijawab,” ujar Enny di Jakarta, Kamis (23/10).

Pelaku pasar, lanjut Enny, terus menunggu janji Presiden Joko Widodo untuk membuat susunan Kabinet yang didominasi kalangan profesional dan tidak transaksional.

Enny beranggapan pelaku pasar sebenarnya tidak begitu terganggu, jika Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan susunan kabinet sesuai dengan batas waktu yang ditentukan konstitusi, yakni paling lambat 14 hari setelah pelantikan.

“Namun, jika dikatakan akan diumumkan kabinetnya hari ini, tapi ternyata tidak jadi, pasar bisa berspekulasi dan bertanya-tanya,” ujar dia.

Meskipun demikian, ujar Enny, pelaku pasar tetap memelihara ekspetasi tinggi tentang susunan Kabinet Jokowi, terutama di pos-pos ekonomi. Harapannya, agar pos-pos ekonomi diisi oleh orang-orang profesional dan teknokrat, yang mampu mereformasi struktur ekonomi Indonesia.

()

(Eka)