Jakarta, Aktual.com – “Saya memutuskan untuk mundur Sebagai Perdana Menteri, saya ingin menyampaikan permintaan maaf saya kepada rakyat Jepang,”. Itulah kalimat Shinzo Abe sebelum menutup pengumuman pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri (PM).

Pengunduran diri Abe, Jumat (28/8/2020), disiarkan secara luas dari Tokyo.

Abe menyebut pengundurannya itu disebabkan alasan kesehatan, dimana ia tengah mengidap penyakit kronis yang memerlukan penanganan serius.

“Kemudian, bertahun-tahun saya memeriksakan penyakit kronis saya, tanpa masalah apapun saya menjalankan tugas sebagai PM setiap harinya. Bagaimanapun kemudian pada Juni tahun ini saya melakukan check up rutin dan ada pertanda dari penyakit yang saya idap. Itulah apa yang dikatakan oleh dokter saya,” ungkap Abe dalam keterangan persnya yang turut diliput media asing.

Dikatakan Abe meski kondisi kesehatannya lemah diakibatkan penyakit yang telah dideritanya sejak 13 lalu, namun ia harus membuat keputusan untuk mundur dari jabatannya.

“Saya tidak bisa membuat kesalahan dalam pengambilan keputusan dengan dukungan publik yang harus saya tanggapi. Jadi, saya belum siap untuk mengemban amanah masyarakat dan saya membuat penilaian, saya tidak bisa melanjutkan pekerjaan sebagai PM. Saya memutuskan untuk mundur dari jabatan,” ujar Politisi Partai Demokratik Liberal Jepang itu.

Media lokal Jepang menyebut Abe menderita kolitis ulserativa, peradangan usus yang pernah dideritanya dan membuatnya mundur dari jabatan serupa 2006 lalu.

Abe menyebut dalam pengunduran dirinya itu, ia turut menyesal karena tidak dapat meraih kesepakatan “Perjanjian Damai” bersama Rusia.

“Perjanjian Damai antara Jepang dan Rusia merupakan amandemen konstitusi, sejumlah isu membawa kepentingan besar bagi pemerintah Jepang. Sangat disayangkan. Sungguh sangat disayangkan bahwa tugas-tugas tersebut belum saya selesaikan,” imbuh Abe.(RRI)

(Warto'i)